Jumaat, 23 April 2010

Masjid-masjid di Shanghai : Masjid Songjiang

Masjid Songjiang terletak di Jalan Gangbeng, Jalan Zhongshanzhonglu. Ia dibina pada zaman Dinasti Yuan, iaitu pada tahun 1341 hingga tahun 1367. Masjid tersebut merupakan masjid yang paling lama di Shanghai. Keunikan zaman purba masjid tersebut masih terpelihara dengan baik yang mengekalkan nilai berharga dari segi sejarah dan kesenian.

Masjid Songjiang mengekalkan gaya tradisional agama Islam pada zaman Dinasti Yuan dan Ming dalam sejarah China, iaitu kawasan perkuburan disediakan dalam masjid. Terdapat empat batu bersurat kuno yang tercatat sejarah masjid tersebut dan proses projek memperbaiki masjid ini pada zaman Dinasti Ming dan Qing. Masjid Songjiang boleh dikatakan sebagai tapak bersejarah yang penting bagi interaksi tamadun China dengan dunia Arab.

Pintu utama masjid tersebut menuju ke arah utara. Selepas memasuki pintu masjid, kita melalui sebatang jalan yang sempit. Setelah melalui jalan ini, pemandangan kita akan terbuka luas kerana sampai ke satu halaman yang sangat luas. Halaman tersebut dikelilingi oleh tembok. Bentuk tembok tersebut menyerupai seekor naga. Maka, tembok ini juga dikenali sebagai "Tembok Naga". Bentuk yang halus dan cantik diukir pada atap tembok tersebut.

Pintu gerbang ini juga dianggap sebagai menara dalam masjid. Seni binanya mempunyai cirri binaan tradisional bahagian selatan China pada zaman kuno.

Dewan sembahyang yang menyerupai istana tradisional China terletak di barat masjid tersebut. Tempat mengambil wuduk terletak di sebelah selatannya, manakala bilik untuk Imam menyampaikan ceramah, membaca Al-Quran dan menemui tetamu disediakan di kedua-dua bahagian di utara dan selatan dewan sembahyang ini.

Masjid Songjiang seperti sebuah taman peranginan. Pokok yang berusia dapat dilihat dalam halaman masjid, manakala rumput yang hijau dan bunga yang berwarna-warni juga terdapat dalam masjid ini. Suasana di sini sangat sunyi dan harmoni

Rabu, 21 April 2010

Menara Masjid Bradford Inggris Menjadi Menara Terindah di Eropa


Masjid Madni Bradford, di Inggris utara, telah mengalahkan 50 masjid pesaing untuk memenangkan gelar "menara Eropa yang paling indah," kata parlemen Eropa Selasa kemarin (20/4).

Masjid di Bradford, yang memiliki populasi penduduk Muslim yang besar, diresmikan pada tahun 2008.

Empat menara yang terdapat di beberapa masjid telah memenangkan hadiah, termasuk menara masjid di Stockholm, Roma, Oslo dan Granada di Spanyol, kata penyelenggara acara yang diorganisir oleh COJEP internasional, lembaga amal pemuda yang dibentuk oleh para imigran Turki di Perancis, yang juga merupakan mitra OSCE dan Dewan Eropa.

Uniknya, para juri terdiri dari sebuah "multi konfesional, multi etnis, bahkan jurinya termasuk seorang rabbi Yahudi, seorang teolog Protestan Swiss dan seorang pendeta Anglikan, mereka mengamati ke 53 menara masjid di 13 negara sebelum melakukan pilihan menara masjid mana yang terbaik.

Hanya masjid yang berusia di bawah usia 50 tahun yang memenuhi syarat untuk mengikuti kontes karena "kami menolak semua bangunan menara 'bersejarah' seperti yang ada di Andalusía, Bosnia atau Paris karena kami menginginkan kompetisi ini tetap terkait dengan imigrasi umat Islam baru-baru ini," kata juru bicara COJEP Veysel Filiz.

Juri membuat keputusan mereka atas dasar pertimbangan estetika tetapi juga bagaimana cara menara masjid itu berfungsi yang dibangun di dalam lingkungan perkotaan.

"Ide dari kompetisi ini adalah untuk menunjukkan bahwa menara masjid tidak boleh menjadi alasan untuk dicurigai dan ditakuti," kata Filiz.

Masjid harus terlihat dari jauh "karena Islam di Eropa harus berfungsi secara transparan dan masjid harus terbuka untuk masyarakat.

"Jika Islam hanya tersembunyi di gua-gua, kita tidak dapat mengetahui apa yang dikatakan di atas mimbar masjid," tegasnya.(fq/aby)

Isnin, 19 April 2010

Adab membentuk peribadi dalam Islam

Ahmad Baei Jaafar

Setiap orang yang dilahirkan ke dunia ini dibekalkan dengan akhlak semula jadi. Mereka ada nilai kasih sayang, nilai pemurah, nilai simpati dan nilai kawan. Tetapi semua nilai ini belum sempurna selagi tidak diberi suntikan iman dan Islam.

Umat Islam pada zaman awal Islam mewarisi akhlak Arab Jahiliah dan Arab Badawi, namun Rasulullah s.a.w. berjaya mengubah mereka menjadi manusia yang paling sempurna. Sabda Rasulullah s.a.w.:

إِنَّمَا بُعِثْتُ ِلأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الاَخْلاَقِ

Maksudnya: “Sesungguhnya aku diutuskan untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”

Rasulullah Berjaya membina akhlak mulia dalam kalangan para sahabat, malah Arab Badawi yang kasar juga dapat dibentuk supaya menjadi murni. Akhlak Rasulullah sendiri berjaya menarik minat orang lain untuk menerima Islam.

Wanita Yahudi yang sering memarahi Rasulullah dengan pelbagai tuduhan buruk, meletak halangan najis pada laluan Baginda, pada suatu hari jatuh sakit. Baginda yang menyedari laluannya tidak ada halangan najis dan sebagainya cuba bertanya orang ramai akan keadaan wanita itu.

“Wanita itu sakit,” jawab mereka.

Mendengar berita sakit itu, Baginda terus menziarahinya. Akhlak Baginda yang tidak ambil hati terhadap sikap wanita itu, menyebabkan wanita itu jatuh hati kepada Islam. Akhlak sebaik Rasulullah itulah yang harus kita warisi pada hari ini.

Akhlak Islam dibina dengan adab-adab yang baik. Adab dalam Islam mencantikkan setiap perjalanan hidup umat Islam dalam memenuhi aturan dan syariat. Orang Islam yang menghiasi diri dengan adab perilaku ataupun perbuatan yang bersopan.

Dalam pergaulan Islam menyediakan beberapa adab dan contoh seperti:

1
Adab sopan dalam bercakap
Tidak berbohong, mengumpat dan buat fitnah.

2- Adab hormat-menghormati sesama manusia. Orang besar mengasihi orang kecil dan orang kecil memuliakan yang besar

3-Adab berpakaian (Jilbab, Hijab, Niqab).Menutup aurat

4-Adab dalam keluarga.Anak dengan ibu bapa dan adik beradik

5-Adab ketika berhadapan orang yang meninggal dunia. Membaca doa untuk kebaikan arwah dan keluarga

6-Adab memberi salam. Orang di atas kepada yang di bawah, orang kecil terhadap orang besar

7-Adab menepati janji. Masa dan tempat, meminta maaf jika gagal

8-Adab mengucapkan selawat ke atas Nabi. Menyebut dengan baik

9-Adab antara bukan mahram. Tidak berkhalwat dan menyentuh tubuh antara satu sama lain

Adab-adab itu boleh didapati dalam kitab-kitab akhlak Islam terutama yang ditulis oleh Imam al-Ghazali. Jika diizinkan akan saya paparkan dari masa ke masa mengikut keperluan dan keadaan.

Dicatat Oleh Ahmad Baei Jaafar ke Fikrah Islamiah

Jumaat, 16 April 2010

Kiprah Dakwah Para Dokter Hewan Muslim di AS


Dr Zia Usman adalah seorang muslim kelahiran India yang pemilik rumah sakit khusus untuk hewan, Rogers Park Animal Hospital di kawasan North Side, Chicago. Dia adalah sedikit dari dokter hewan di AS yang memilih membuka klinik sendiri, dan yang istimewa, ia seorang muslim.

Mengapa istimewa? Karena menurut kolega Dokter Usman, Riza H. Siddiqi-profesor di Truman College dan Presiden Veterenarian Muslim Association (VMA), Riza- jarang sekali generasi pertama imigran muslim India di AS yang memilih dan menekuni profesi sebagai dokter hewan.

Asosiasi itu mempekirakan ada sekitar 500 muslim di AS yang menyandang gelar sarjana di bidang kedokteran hewan. Tapi sebagian besar mereka memilih bekerja sebagai akademisi, peneliti atau bekerja di sektor industri dan pemerintahan, dimana mereka biasanya menjadi pengawas di rumah-rumah potong hewan.

Profesor Siddiqi menyatakan, hanya sedikit dari mereka yang benar-benar bekerja di antara hewan-hewan. Persoalannya ternyata tidak terkait dengan keagamaan tapi semata-mata karena masalah ekonomi

"Banyak dari kami yang datang ke sini (AS), kami punya keluarga dan kami harus cepat mendapatkan pekerjaan. Kami tidak punya banyak uang dan waktu untuk menjalani proses sertifikasi," kata Profesor Siddiqi.

Kembali ke Dokter Usman, ia tadinya diharapkan untuk menjadi dokter seperti ayahnya. Tapi kecintaannya pada hewan, membuatnya memutuskan untuk mendaftarkan diri ke Ranchi College of Veterinary Science and Animal Husbandry di Bihar, India.


Dokter Usman lulus kuliah kedokteran hewan pada tahun 1970, lalu ia berimigrasi ke AS. Pekerjaan pertamanya adalah menjadi teknisi di laboratorium hewan di University of Illinois Biological Resources Laboratory, Chicago.

Sambil bekerja, Usman mengikuti program sertifikasi untuk para lulusan dokter hewan dari luar AS yang diselenggarakan oleh lembaga AVMA Educational Commission on Foreign Veterinary Graduates. Lulus dari program itu, ia bekerja sebagai asisten direktor laboratorium sumberdaya hewan di fakultas kedokteran, University of Northwestern hingga akhirnya ia memutuskan untuk membuka sendiri rumah sakit khusus hewan.

Di rumah sakit itu, Dokter Usman bukan cuma bekerja sebagai dokter hewan, tapi ia juga mendakwahkan Islam, sebagai seorang muslim penyayang binatang. "Jika Anda berusaha untuk memahami Islam dan apa yang diajarkan Islam, Anda akan menemui hal-hal yang bertolak belakang dari apa yang Anda dengar dari media massa," kata Dokter Usman.

Komunitas Muslim di Chicago, umumnya hidup aman dan damai. Tapi situasi itu terusik ketika terjadi insiden serangan 11 September 2001. Islam dan Muslim digambarkan dalam pencitraan yang serba negatif. "Sekarang, banyak orang yang tahu tentang Islam dan Muslim, tapi sayangnya, mereka tidak mengetahuinya dengan tepat. Media selalu menggambarkan muslim sebagai teroris," tukas Dokter Usman.

Terkait dengan profesinya sebagai dokter hewan, Usman mengatakan bahwa Islam adalah agama di dunia yang paling cepat perkembangannya, karena Islam mengajarkan perdamaian dan kasih sayang, termasuk pada hewan. Islam, kata Dokter Usman, mengatur kewajiban manusia pada hewan, khususnya cara-cara penyembelihan hewan yang bisa dimakan.

Muslim dilarang menyembelih hewan di depan hewan lainnya dan disarankan agar proses penyembelihan dilakukan dengan cepat dan diusahakan hanya sedikit mungkin menimbulkan rasa sakit bagi hewan. Islam juga mengajarkan bagaimana cara berburu hewan dengan cara yang manusiawi.

"Kami memiliki tuntunan adalam agama dari setiap langkah-langkahnya," kata Profesor Siddiqi menguatkan pernyataan koleganya.

Dokter Usman dan Profesor Siddiqi, bukanlah seorang ahli agama, tapi mereka berkeyakinan ada salah penafsiran di kalangan Muslim tentang hewan anjing yang dianggap sebagai hewan yang kotor. Mereka mengatakan bahwa Islam tidak melarang Muslim untuk memelihara anjing, asalkan tidak terkena air liurnya.

Karena kecintaannya pada hewan, pada tahun 1999, Dokter Usman ikut membidani lahirnya organisasi VMA di AS. Kegiatannya, bukan sekedar memberi informasi pada para muslim yang berprofesi sebagai dokter hewan dan ingin berkarir di AS. VMA juga membantu kaum Muslimin di AS untuk mendapatkan makanan halal dan menyediakan makanan yang sesuai untuk diet berdasarkan hukum Islam. Lembaga ini nantinya juga berniat melayani pemberian sertifikasi halal. (ln/isc)

Khamis, 15 April 2010

Malaysia Funny

Email: izuddin.merican@cimb.com


>























Selasa, 13 April 2010

Perancis, Negara Umat Muslim Terbesar di Eropah

Oleh: Sirajuddin Abbas

Islam adalah agama yang damai, universal, dan rahmat bagi seluruh alam. Karena dasar itu, agama Islam pun dapat diterima dengan baik di berbagai belahan muka bumi ini. Mulai dari jazirah Arabia, Asia, Afrika, Amerika, hingga Eropa.

Pada abad ke-20, Islam berkembang dengan sangat pesat di daratan Eropa. Perlahan-lahan, masyarakat di benua biru yang mayoritas beragama Kristen dan Katholikini mulai menerima kehadiran Islam. Tak heran bila kemudian Islam menjadi salah satuagama yang mendapat perhatian serius dari masyarakat Eropa.

Di Prancis, Islam berkembang pada akhir abad ke-19 dan awal ke-20 M. Bahkan, pada tahun 1922, telah berdiri sebuah masjid yang sangat megah bernama Masjid Raya Yusuf di ibu kota Prancis, Paris. Hingga kini, lebih dari 10ncis00 masjid berdiri di seantero Prancis.

Di negara ini, Islam berkembang melalui para imigran dari negeri Maghribi, seperti Aljazair, Libya, Maroko, Mauritania, dan lainnya. Sekitar tahun 1960-an, ribuan buruh Arab berimigrasi (hijrah) secara besar-besaran ke daratan Eropa, terutama di Prancis.

Saat ini, jumlah penganut agama Islam di Prancis mencapai tujuh juta jiwa. Dengan jumlah tersebut, Prancis menjadi negara dengan pemeluk Islam terbesar di Eropa. Menyusul kemudian negara Jerman sekitar empat juta jiwa dan Inggris sekitar tiga juta jiwa.

Peran buruh migran asal Afrika dan sebagian Asia itu membuat agama Islam berkembang dengan pesat. Para buruh ini mendirikan komunitas atau organisasi untuk mengembangkan Islam. Secara perlahan-lahan, penduduk Prancis pun makin banyak yang memeluk Islam.

Karena pengaruhnya yang demikian pesat itu, Pemerintah Prancis sempat melarang buruh migran melakukan penyebaran agama, khususnya Islam. Pemerintah Prancis khawatir organisasi agama Islam yang dilakukan para buruh tersebut akan membuat pengkotak-kotakan masyarakat dalam beberapa kelompok etnik. Sehingga, dapat menimbulkan disintegrasi dan dapat memecah belah kelompok masyarakat.

Tak hanya itu, pintu keimigrasian bagi buruh-buruh yang beragama Islam pun makin dipersempit, bahkan ditutup. Meski demikian, masyarakat Arab yang ingin berpindah ke Prancis tetap meningkat. Pintu ke arah sana semakin terbuka.

Pelajar Muslim

Pada tahun 1970-an, imigran Muslim kembali mendatangi negara pencetus trias politica itu. Kali ini, para pelajar Muslim yang datang ke Prancis untuk menuntut ilmu. Kedatangan para pelajar ini menjadi faktor penting yang mengambil peran besar dan penting dalam mendorong penyebaran Islam dan berkehidupan Islam di jantung negeri Napoleon Bonaparte ini.

Tahun 1985, diselenggarakan konferensi besar Islam yang dibiayai Rabithah Alam Islami (Organisasi Islam Dunia). Turut serta dalam konferensi itu 141 negara Islam dengan keputusan mendirikan Federasi Muslim Prancis.

Peristiwa besar ini tidak luput dari perhatian dunia, mengingat kehadiran umat Islam di salah satu negara Eropa selalu menjadi dilema bagi para penguasa setempat, terutama yang menyangkut ketenagakerjaan (buruh) dan masalah sosial.

Hasil konferensi dan terbentuknya federasi Muslim itu berhasil mempersatukan sebanyak 540 buah organisasi Islam di seluruh Prancis dan melindungi 1600 buah masjid, lembaga-lembaga pendidikan Islam, dan gedung-gedung milik umat Islam.

Dengan kondisi ini, barisan (saf) umat Islam pun semakin kokoh. Yang lebih menggembirakan lagi, kebanyakan anggota federasi yang menjalankan roda organisasi justru berasal dari kaum muda-mudi Muslim berkebangsaan Prancis sendiri.

Federasi ini bertujuan berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan keislaman di Prancis dan memberikan pengetahuan dan pendidikan tentang Islam kepada warga Prancis.
Lembaga ini berperan besar dalam menjembatani umat Islam Prancis dengan pemerintah setempat, terutama dalam menyuarakan kepentingan umat Islam.

''Dengan kesepakatan ini, umat Islam punya hak yang sama dengan umat Katholik, Yahudi, dan Protestan,'' kata seorang menteri di pemerintahan, Nicolas Sarkozy.

Organisasi itu merupakan gabungan dari tiga organisasi besar Islam di Prancis, yakni Masjid Paris, Federasi Nasional Muslim, dan Persatuan Organisasi Islam Prancis.
Pelarangan Jilbab

Prancis, yang juga terkenal sebagai negara mode ini, pernah melarang Muslimah menggunakan jilbab sekitar tahun 1989. Pelajar Muslimah dikeluarkan dari kelas karena memakai jilbab, pekerja Muslimah dipecat dari kantornya karena mengenakan jilbab. Namun, mereka tidak menyerah begitu saja. Umat Islam Prancis menggoyang Paris dengan aksi-aksi demo menuntut kebebasan. Dan, umat Islam di berbagai negara pun turut melakukan protes atas kebijakan tersebut.

Akhirnya, pemerintah mengeluarkan kebijaksanaan pada 2 November 1992 yang memperbolehkan para siswi Muslimah untuk mengenakan jilbab di sekolah-sekolah negeri.
Sekarang, tampilnya wanita-wanita berjilbab di Prancis menjadi satu fenomena keislaman yang sangat kuat di negeri tersebut. Mereka bukan hanya hadir di masjid-masjid atau pusat-pusat keagamaan Islam lainnya, melainkan juga di sekolah-sekolah negeri, perguruan tinggi negeri, dan tempat-tempat umum lainnya.

Banyak hal yang memengaruhi perkembangan Islam di Perancis. Salah satunya adalah Perang Teluk 1991 yang menyebabkan munculnya krisis identitas di kalangan anak muda Muslim di Prancis. Kondisi ini mendorong mereka lebih rajin datang ke masjid. Gerakan Intifada di Palestina juga mendorong makin banyaknya Muslim Perancis yang beribadah ke masjid.

Umat Islam di Prancis memiliki peranan yang sangat penting. Mereka memainkan peranan dalam semua sektor. Mulai dari pendidikan, lembaga keuangan, pemerintahan, olahraga, sosial, dan lainnya.

Bahkan, pada Perang Dunia I dan II, umat Islam di Eropa tercatat turut menentang pendudukan Nazi. Keikutsertaan umat Islam dalam menentang pendudukan Nazi menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah perjuangan kemerdekaan Prancis.

Masjid dan Sekolah Islam Meningkat

Seiring dengan berkembangannya agama Islam di negara Prancis, jumlah sarana ibadah dan kegiatan keislaman pun semakin meningkat.

Menurut survei yang dilakukan kelompok Muslim Prancis, sampai tahun 2003, jumlah masjid di seantero Prancis mencapai 1.554 buah. Mulai dari yang berupa ruangan sewaan di bawah tanah sampai gedung yang dimiliki oleh warga Muslim dan dibangun di tempat-tempat umum.

Perkembangan Islam dan masjid di Prancis juga ditulis oleh seorang wartawan Prancis yang juga pakar tentang Islam, Xavier Ternisien. Dalam buku terbarunya, Ternisien menulis, di kawasan Saint Denis, sebelah utara Prancis, terdapat kurang lebih 97 masjid, sementara di selatan Prancis sebanyak 73 masjid.

Ternisien menambahkan, masjid-masjid yang banyak berdiri di Prancis dengan kubah-kubahnya yang khas menunjukkan bahwa Islam kini makin mengemuka di negara itu. Islam di Prancis bukan lagi agama yang di masa lalu bergerak secara diam-diam.

''Masjid-masjid yang ada di Prancis kini bahkan dibangun atas tanah milik warga Muslim sendiri, bukan lagi di tempat sewaan seperti pada masa lalu,'' ujarnya.
Tampaknya, pada tahun-tahun mendatang, jumlah masjid akan makin bertambah di Prancis. Sejumlah masjid yang ada sekarang terkadang tidak bisa menampung semua jamaah. Masjid di kawasan Belle Ville dan Barbes, misalnya, sebagian jamaah terpaksa harus shalat sampai ke pinggiran jalan.

Awalnya, masjid-masjid yang ada di Prancis didirikan oleh orang-orang Muslim asal Pakistan yang bekerja di pabrik-pabrik di Paris, Prancis. Mereka mengubah ruangan kecil tempat makan siang atau berganti pakaian menjadi ruangan untuk shalat. Terkadang, mereka menggunakan ruangan di asramanya sebagai sarana ibadah. Sehingga, hal itu terus berkembang dan menyebar.

Perkembangan yang terus meningkat itu membuat sebagian masyarakat Prancis khawatir. Masjid-masjid yang ada sering menjadi sasaran serangan yang berbau rasisme. Masa suram masjid di Prancis terjadi pada tahun 2001. Sejumlah masjid menjadi sasaran serangan dengan menggunakan bom molotov. Bahkan, ada masjid yang dibakar.

Bentuk serangan lainnya adalah menggambari dinding-dinding masjid dan dinding rumah imam-imam masjid dengan lambang swastika. Namun, sejauh ini, belum ada organisasi hak asasi manusia atau asosiasi Muslim yang mempersoalkan serangan-serangan itu.
Sekolah Tak hanya masjid yang tumbuh, lembaga pendidikan Islam di negeri mode ini pun turut berkembang. Sejumlah sekolah Islam berdiri di Prancis. Sampai kini, sedikitnya ada empat sekolah Muslim swasta.

Academy of Lyon, badan pendidikan negara yang tertinggi di kota itu, menolak izin operasional sekolah itu dan menutup sekolah dengan alasan pihak sekolah tidak memenuhi standar kebersihan dan keselamatan. Namun, Pengadilan Administratif di Lyon membatalkan penutupan itu pada Februari tahun lalu. Ini berarti sekolah Al-Kindi bisa membuka ajaran baru pada Maret 2007.

Menurut para pemimpin Muslim Prancis, insiden di Al-Kindi justru mendorong masyarakat Muslim untuk membuka sekolah serupa. ''Kontroversi Al-Kindi mendobrak ketakutan di minoritas Muslim untuk memiliki sekolah lebih banyak,'' ujar Lhaj Thami Breze, ketua Organisasi Persatuan Islam di Prancis, UOIF.





Ahad, 11 April 2010

Projek Pengubahsuaian Ubah Hidup Penduduk di Bandar Kashi Xinjiang (2).

25 Rabiulakhir 1431H.

Projek tersebut mencipta kemajuan yang memuaskan pada tahun 2009, iaitu tahun pertama pelaksanaan projek.

Ketika wartawan membuat liputan ke Kawasan Perumahan Bahagia yang baru siap dibina di Kashi, terdapat banyak penduduk tempatan sedang sibuk memindahkan barang-barang ke dalam rumah baru mereka. Guli, seorang wanita dari etnik Uygur memberitahu wartawan bahawa beliau sedang membantu datuk dan neneknya berpindah rumah ke kawasan perumahan tersebut. Beliau berkata:

"Datuk dan nenek saya asalnya tinggal di bangunan yang terletak di bukit tanah kuning yang tinggi. Luasnya rumah itu hanya 27 meter persegi. Kemudahannya serba kekurangan. Sekarang rumah mereka yang baru luasnya 48 meter persegi. Mereka mendapat rumah ini secara percuma melalui projek pengubahsuaian perumahan di Kashi. Mereka juga lebih selesa pada musim sejuk kerana rumah ini siap dipasang dengan alat pemanas."



Wartawan masuk ke rumah baru di Kawasan Perumahan Bahagia, rumah milik Syabinuofu Tulake, lelaki etnik Uygur yang sudah berusia 89 tahun setelah mendapat izinnya. Rumah seluas 106 meter persegi ini terdiri daripada lima rumah yang berasingan. Struktur rumah ini direka mengikut kebiasaan kehidupan penduduk etnik Uygur. Bilik duduk yang luas dan terang dibentang dengan permaidani diperbuat daripada bulu kambing yang cantik. Beberapa keping foto beliau memakai uniform tentera waktu muda digantung pada dinding. Beliau dengan gembira berkata:

"Rumah ini dilengkapi dengan kemudahan air, elektrik dan gas. Saya amat puas hati terhadap rumah yang baru ini."

Berderet-deret bangunan perumahan yang baru dibina di kawasan lama Kashi. Di bahagian bawahnya ialah kedai runcit manakala tingkat atasnya ialah rumah kediaman. Bangunan-bangunan tersebut dibina menurut rupa asalnya dan pemilik rumah boleh menghias rumah masing-masing dengan gaya sendiri. Bumbung, pintu dan tingkap bangunan semuanya diperbuat daripada kayu yang bermutu. Seni bina bangunan yang cukup istimewa reka bentuknya ini menggunakan reka bentuk tradisional etnik telah menarik ramai pelancong dari luar wilayah. Seorang pelancong dari provinsi Sichuan ketika diwawancara menyatakan:

"Rumah penduduk tempatan amat istimewa. Kebetulan hari ini saya melihat beberapa penduduk sedang berpindah rumah. Saya rasa kerajaan tempatan memang memberikan perhatian kepada kehidupan rakyat. Walaupun Kashi terletak di kawasan berhampiran sempadan, tetapi pembinaannya tidak jauh ketinggalan dengan bandar raya yang lain di negara ini."

Rashid Ahmed, dari Pakistan yang sekarang bekerja di China juga datang khusus ke Kashi untuk menghayati suasana kehidupan etnik di Xinjiang. Beliau berkata:

"Saya berminat terhadap kebudayaan Xinjiang kerana tempat ini mempunyai hubungan yang rapat dengan dunia Islam dari segi sejarah. Saya boleh merasai kebudayaan yang mempunyai sejarah beberapa ribu tahun semasa saya bersiar-siar di kawasan ini. "

Menurut pandangan para pelancong, "tidak tahu China begitu luas sekiranya tidak pergi ke Xinjiang, dan mereka tidak dapat merasai daya tarikan Xinjiang sekiranya tidak pergi ke Kashi." CRI/-

Aktor Perancis: Israel 'Rumah' Terbesar Bagi Mafia Dunia

Aktor  Perancis dan aktivis politik Dieudonné M

Aktor Perancis dan aktivis politik Dieudonné M

Israel adalah sebuah sarang mafia terbesar di dunia karena masuknya dana kriminal yang sangat besar kesana, seorang aktor Perancis menyatakan hal tersebut.

"Israel telah berubah menjadi tempat para gangster dan pencuri yang merampok dunia," kata Dieudonné M'bala M'bala, aktor dan aktivis politik Perancis, kepada Press TV.

"Saya pikir bahwa Israel telah membawa mereka secara bersamaan," katanya. "Para mafia terbesar dalam sejarah umat manusia telah ditemukan di sana."

Dia juga menyebutkan investor Wall Street dan multi-miliar dolar yang juga seorang penipu, Bernard Madof, yang berhasil menghasilkan banyak uang, banyak yang pergi ke Israel."

Dieudonné, yang tidak berhasil masuk dalam pemilu parlemen dan Uni Eropa, pada banyak kesempatan dan selama dua pemilihan presiden Perancis, telah berulang kali dijatuhi hukuman oleh pengadilan Perancis dan Kanada atas membuat pernyataannya yang anti-Semit.(fq/prtv)

Jumaat, 9 April 2010

Projek Pengubahsuaian Ubah Hidup Penduduk di Bandar Kashi Xinjiang (1).


Bandar Kashi mempunyai sejarah selama lebih 2,000 tahun. Ia terletak paling barat di China memainkan peranan penting dalam bidang lalu lintas antara Asia Tengah, Asia Selatan, Asia Barat dan Eropah. Kawasan lama di Kashi didirikan semula selepas bencana gempa pada tahun 1902. Ia merupakan sebuah kawasan yang mempunyai ciri budaya Islam dan satu-satunya yang masih terpelihara dengan utuh di China. Antaranya, kebanyakan penduduk tempatan tinggal di rumah yang dibina di bukit tanah kuning yang tingginya lebih 40 meter.

Struktur rumah itu kebanyakannya dibina menggunakan tanah campur kayu. Rumah mereka bukan sahaja dijadikan tempat kediaman, malah disediakan sebagai "kilang" kraftangan kopiah Uygur, barang tembikar, alat muzik dan permaidani. Bangunan-bangunan di kawasan itu bersambung seperti pagar sesat. Jalannya berliku-liku dan berselirat. Jalan yang paling lebar hanya selebar 6 meter, manakala yang paling rapat kurang daripada 1.5 meter yang tidak boleh menampung kenderaan motokar. Keadaan ini memang mengundang bahaya. Oleh sebab itulah, "Rancangan projek pengubahsuaian perumahan lama di kawasan lama Kashi Xinjiang" telah dicadangkan kerajaan pusat China pada penghujung tahun 2008. Menurut rancangan tersebut, bandar Kashi akan dibina menjadi "pusat pelancongan dan perdagangan yang menghadapi Asia Tengah dan Asia Selatan."





Pegawai kerajaan bandar Kashi yang bertanggungjawab ke atas projek tersebut, Aishajiang menyatakan:

"Sebanyak lebih 7 bilion yuan RMB telah diperuntukkan kepada projek tersebut. Kawasan lama Kashi akan dibahagikan kepada 28 bahagian. Sebanyak 49,083 buah rumah yang berbahaya dan lama akan diubahsuai dalam tempoh lima tahun. Selain itu, pembinaan rumah sementara, infrastruktur dan pembaikan keadaan lalu lintas juga dijalankan seiring dengan proses projek tersebut."

Menurut beliau, mencegah bencana gempa bumi, membasmi kemiskinan, meningkatkan taraf hidup rakyat, memelihara dan mewariskan kebudayaan etnik Uygur akan digabungkan dalam projek tersebut. Itulah sebabnya pembangunan bandar dalam jangka masa panjang dipertimbangkan supaya lebih bermanfaat bagi kehidupan penduduk tempatan.

Kawasan lama Kashi mendapat pemeliharaan di peringkat negara kerana ia merupakan bukti yang menonjol dan masih wujud bagi tamadun zaman purba Kashigar yang memberi pengaruh penting kepada Asia Tengah, Asia Barat bahkan seluruh dunia. Oleh kerana itu, lebih 40 pasukan kerja telah dihantar oleh kerajaan tempatan menjelang permulaan projek pengubahsuaian kawasan tersebut untuk meninjau dan menyelidik keadaan perumahan sekarang penduduk di kawasan lama Kashi. Pandangan dan permintaan penduduk dapat didengar dengan teliti oleh pihak berkuasa. Tindakan ini bukan sahaja menyediakan rujukan kepada penggubalan dasar, malah menjadikan penduduk tempatan lebih mengetahui dan memahami tujuan projek tersebut sehingga mendapat sokongan rakyat.

Pegawai cawangan UNESCO di Beijing, Puan Karl Beth memberi perhatian terhadap projek tersebut dan melakukan tinjauan ke tempat itu. Beliau berkata:

"Kashi ialah satu tempat yang menarik. Kawasan lama bandar itu ialah kawasan kediaman yang benar-benar menceritakan tentang etnik Uygur. Maka, bagaimana cara untuk mengekalkan suasana kawasan itu amat penting. Tindakan kerajaan China mengubahsuai kawasan lama Kashi dengan menggunakan modal yang banyak sangat mengagumkan. Pengalaman daripada projek tersebut boleh diperkenalkan dan dipelajari oleh tempat-tempat lain." CRI/-

Rabu, 7 April 2010

Gereja Katolik Jerman Resah, Takut Warga Jerman Murtad dari Katolik


Gereja-gereja Katolik Jerman mulai mengkhawatirkan 'murtadnya' warga negara Jerman dari agama Katolik akibat terbongkarnya skandal pelecehan seksual para pastor Katolik.

Skandal pelecehan seksual para pastor Katolik telah membuat para pejabat gereja Katolik selama beberapa hari lalu dan bersamaan dengan peringatan Hari Paskah mengoperasikan telepon darurat untuk menerima pengaduan dari para korban pelecehan seksual.

Hingga saat ini sudah ada sekitar 4.500 orang yang menelpon nomor darurat ini dan menuntut agar gereja segera mengambil langkah-langkah terkait hal ini.

Gereja-gereja Katolik di Jerman mengoperasikan telepon darurat ini saat para pengamat dan media menilai gereja Katolik telah cacat di mata publik dan sulit untuk kembali ke masa sebelumnya. Mereka juga sulit untuk membendung keluarnya para pemeluk Katolik dari agamanya. Di sisi lain, sesuai dengan hasil polling terkait skandal pelecehan seksual yang menimpa gereja-gereja Katolik di Jerman, hanya 31 persen masyarakat Jerman yang masih merasa puas akan kinerja Paus Benediktus XVI.

Hasil jajak pendapat yang dilakukan majalah Stern cetakan Hamburg ini menunjukkan 45 persen warga Jerman menilai buruk kinerja Paus.

Rakyat Jerman sangat memprotes sikap diam Paus Benediktus XVI terkait skandal pelecehan seksual ini. Padahal, tiga tahun lalu hanya delapan warga Jerman yang menyatakan buruk akan kinerja Paus dan sekitar 70 persen menilai kinerja Paus sangat baik.

Paus Benediktus XVI secara tidak langsung punya hubungan dengan lembaga gereja di negara bagian selatan Jerman. Paus pernah menjadi Uskup Agung kota Munich saat terjadi kasus pelecehan seksual dan dengan demikian, Paus mengenal dengan baik lembaga ini.

Satu-satunya hubungan langsung antara Paus dan skandal pelecehan seksual terhadap anak-anak terkait dengan seorang pendeta bernama Peter Holerman. Pendeta Holerman dipindah dari kota Essen ke Munich akibat skandal pelecehan seksual dan pada waktu itu, Paus Benediktus XVI yang menjadi Uskup Agung di sana.

Paus ternyata menyetujui perpindahan itu dengan syarat setiap pekan ia harus memeriksakan dirinya ke psikiater dan pusat-pusat pengobatan lainnya. Namun pada saat yang sama, Holerman telah memulai kerjanya di sebuah tempat di gereja yang punya hubungan langsung dengan anak-anak.

Ternyata di kota ini Holerman belum kapok dan melakukan Pedophilia yang sama dan akhirnya dipidana satu tahun penjara di potong masa tahanan.

Tuduhan pertama skandal pelecehan seksual terhadap anak-anak yang dilakukan oleh para pendeta di Jerman terjadi bulan Januari tahun ini. Semua berawal dari pengaduan yang dilakukan oleh 20 alumni Kolese Canisius, Berlin.

Sejak saat itu hingga kini sekitar 300 orang yang pernah belajar di sekolah-sekolah Katolik mengajukan pengaduan yang sama dan rata-rata kejadiannya di dekade 50 dan 60-an.

Sedikitnya ada dua pendeta yang dikeluarkan akibat aksi pelecehan seksual, namun masih banyak pelaku tindakan amoral ini yang belum diadili. Hal itu dikarenakan kesempatan 10 tahun untuk mengajukan proses peradilan telah lewat dan banyak dari kasus-kasus ini yang telah berusia di atas 18 tahun. (fq/irib)

Lima Bulan Menjelang Pernikahan, Membawanya ke Islam


Lima bulan sebelum hari pernikahannya, Karen Meek shock mendengar pengakuan Eric, tunangannya. Eric mengatakan bahwa ia sudah menjadi seorang Muslim. Pengakuan itu bagai petir di siang bolong buat Karen yang seperti warga Rusia lainnya, tidak menganut agama apapun alias ateis.

"Saya pikir ia (Eric) sudah mengalami cuci otak. Tiba-tiba saja ia berhenti minum minuman beralkohol. Ia salat lima waktu sehari dan tidak mau lagi makan daging babi," cerita Karen tentang perubahan perilaku tunangannya.

Sementara Eric, yang semula penganut Kristen Baptis, tapi kemudian menjadi seorang atheis, selama berbulan-bulan mempelajari Islam tanpa memberitahu Karen, hingga akhirnya ia memutuskan menjadi seorang Muslim.

Meski shock Karen tetap ingin melanjutkan rencana pernikahannya dengan Eric. Karen lalu mencari berbagai referensi, mulai dari buku sampai video tentang Islam, untuk memahami agama baru yang dianut calon suaminya. Tapi ia sama sekali tidak berharap akan masuk Islam.

"Saya tumbuh dewasa dengan pola pikir bahwa agama adalah sesuatu yang bodoh. Saya tidak percaya adanya Tuhan. Saya tidak memikirkan bagaimana dunia ini diciptakan, dan terus terang, saya tidak peduli," ujar Karen.

Namun Karen mengakui bahwa agama Islam memberikan penjelasan paling logis tentang Tuhan dan penciptaan alam semesta dan sulit bagi Karen membantahnya.

Karen akhirnya menikah dengan Eric. Ia masih terus mempelajari Islam dan untuk pertamakalinya ia mencoba menunaikan salat, saat suaminya bekerja di kantor. Ia belajar salat sendiri dari sebuah buku.

"Sampai pada titik ini, saya melakukan segala sesuatunya dengan diam-diam. Saya tidak cerita pada Eric. Saya tidak mau memeluk agama hanya karena suami saya memeluk sebuah agama. Saya ingin menemukan jalan saya sendiri," ungkap Karen.

"Karena berlatar belakang atheis, saya lebih mudah menerima Islam dibandingkan seorang Kristiani, karena dalam hal ini saya tidak perlu melepas agama apapun," sambungnya.

Karen dan suaminya mulai sering melakukan pertemuan dengan komunitas Muslim untuk belajar Al-Quran. Hingga akhirnya, Karen membulatkan tekad untuk mengikuti jejak suaminya memeluk agama Islam. Karen pun mengucapkan dua kalimat syahadat dan resmi menjadi seorang muslimah.

Tapi pilihan Karen membuat orang tuanya kaget. "Suatu hari, ia datang dengan mengenakan gaun panjang dan jilbab. Saya terkejut dibuatnya," kata ayah Karen, Ray Alfred.

Alfred mengaku merasa asing melihat anak perempuannya ketika itu dan ia merasa khawatir dengan keselamatan Karen saat terjadi serangan 11 September 2001 di AS.

"Anda ingin mencintai anak Anda, tapi ketika mereka melakukan sesuatu yang asing bagi Anda. Hal ini sangat sulit," ujar Alfred, "Saya akan memberikan apa saja asalkan ia tidak memeluk agama itu (Islam)."

Ibu Karen mengungkapkan komentar serupa, yang terus terang mengatakan bahwa ia tidak suka dengan jilbab yang digunakan puterinya. "Karen adalah seorang gadis cantik dengan rambut yang indah," kata Jane Barret.

Karen memahami kegundahan kedua orang tuanya mendengar ia sudah menjadi seorang muslimah dan mengenakan busana muslim. Karena sendiri mengaku butuh waktu berbulan-bulan sebelum ia memutuskan untuk berjilbab.

"Saya hanya memakai jilbab jika pergi ke tempat-tempat yang saya rasa tidak akan ada orang yang mengenal saya," ujar Karen sambil tertawa.

Tapi sekarang, Karen selalu mengenakan jilbab kemanapun ia pergi, termasuk ke tempat kerjanya dimana ia bekerja sebagai staf akuntan di sebuah jaringan restoran.

Karen mengatakan, memeluk Islam telah membuatnya melihat kehidupan dengan cara pandang yang baru. "Dari seorang yang tidak percaya Tuhan menjadi orang yang percaya Tuhan, rasanya sungguh luar biasa. Islam membuka mata saya terhadap banyak hal yang selama ini saya abaikan. Terutama, bahwa kehidupan adalah sebuah karunia," tukas Karen menutup kisahnya. (ln/MCC)

Selasa, 6 April 2010

Erdogan: Kami Tak Akan Berdiam Diri Jika Israel Membakar Gaza



Recep Erdogan, perdana menteri Turki, mengatakan bahwa dunia harus mendukung Gaza seperti yang terjadi dengan Haiti dan Chile, menambahkan, "Kita tidak boleh melipat tangan kita terhadap Palestina".

Dia mengatakan bahwa Turki tidak akan tinggal diam jika Israel akan kembali mencoba membakar Gaza.

Erdogan berbicara pada peresmian saluran TV berbahasa Arab pertama di Turki "El-Turkiye" pada hari Minggu malam. Ia berharap bahwa langkah lebih jauh akan meningkatkan hubungan Turki dengan negara tetangga Arab-nya.

Erdogan mengatakan bahwa saluran teelvisi baru itu bertujuan untuk lebih meningkatkan hubungan dengan negara-negara Arab.

"Turki dan Arab adalah seperti jari-jari dari satu tangan, seperti jari-jari dan kuku mereka. Bahkan jika wajah kita menghadap ke Barat, kita tidak akan pernah memunggungi rakyat Arab," tambah Erdogan.

Dia juga mengingatkan bahwa Turki dan Arab akan menghadapi nasib masa depan yang sama. (sa/pic)

Isnin, 5 April 2010

Surat dari Romania

Tebing Tinggi .

Masjid Mangalia, masjid tertua di Rumania dibangun pada tahun 1575 oleh Esmahan (putri Sultan Salim II)

Ada banyak negeri di dunia di mana Islam muncul di benakku ketika Negeri-negeri itu disebut: Arab Saudi, Malaysia dan Maroko hanyalah beberapa contoh. Ada banyak negeri-negeri Islam lain yang banyak dari kalangan umat tidak menyadarinya, seperti Cina Barat, Yunani, Italia Selatan, Hungaria dan bahkan Austria. Rumania juga merupakan salah satu negeri tersebut yang banyak dari kalangan umat mungkin tidak menyadari bahwa negeri itu pernah hidup di bawah pemerintahan Islam selama 800 tahun. Sebagian besar dari mereka bahkan mungkin tidak tahu di mana letak Negara Rumania, yang hanya 275 mil dari Turki.

Di Eropa, Rumania terkenal karena Transylvania - rumah Count Dracula. Karakter ini telah diasumsikan merupakan representasi dari vampir dalam budaya Barat populer; suatu karakter yang didasarkan atas Pangeran Wallachia, Vlad III, yang kemudian dikenal sebagai Impaler tersebut. Secara historis, Vlad Dracula terkenal karena perlawanannya terhadap Khilafah Usmani dan hukuman keji yang dia timpakan pada musuh-musuhnya.

Vlad Dracula dikirim pada tahun 1475 dengan sepasukan tentara Hungaria dan Serbia untuk menguasai kembali Bosnia dari Khilafah Usmani. Sementara Khilafah Usmani mengalami kekalahan pada pertempuran awal ini, kemudian tentara Khilafah Usmani memasuki Wallachia pada tahun 1476 di bawah komando Mehmed II untuk merebut kembali negeri yang hilang itu. Pada pertempuran itu, Vlad terbunuh dan, menurut beberapa sumber, kepalanya dikirim ke Konstantinopel untuk mencegah terjadinya pemberontakan lainnya.

Menurut sumber-sumber yang banyak beredar di Rumania, Islam pertama kali muncul ketika Pemimpin Sufi Sari Saltik datang ke wilayah ini selama Zaman Bizantium. Kehadiran Islam di Utara Dobruja kemudian diperluas oleh Khilafah Usmani yang melihat terjadinya imigrasi berturut-turut. Di Wallachia dan Moldavia, dua kerajaan Danubian, zaman Usmani itu tidak terjadi pertumbuhan jumlah kaum Muslim, yang kehadirannya di sana tetap kecil. Juga pertempuran antara Khilafah Usmani dengan Keksaisaran Habsburg menyebabkan banyak kaum Muslim pindah ke jantung negeri Islam

Masjid Mangalia, masjid tertua di Rumania dibangun pada tahun 1575 oleh Esmahan (putri Sultan Salim II)

Rumania kemudian muncul pada tahun 1859 sebagai sebuah kesatuan kerajaan-kerajaan Moldavia dan Wallachia. Dobruja Utara menjadi bagian dari Romania setelah Perang Rusia-Turki tahun 1877-1878. Namun selama rezim komunis, kaum muslim Rumania diberikan tindakan-tindakan keras, khususnya dilakukan pengawasan oleh negara. Kasum Muslim di Rumania berhasil mempertahankan agama mereka dan setelah Revolusi Rumania tahun 1989 mampu memulai dakwah Islam secara terbuka.

Agama Islam di Rumania dipeluk oleh hanya 0,3 persen dari penduduknya, ini sama dengan sekitar 60.000 orang saja, tetapi memiliki lebih dari 800 tahun tradisi di Dobruja Utara, sebuah daerah di pantai Laut Hitam yang merupakan bagian dari Khilafah Usmani selama hampir lima abad (sekitar tahun 1420-1878). Di Rumania saat ini, sebagian besar pemeluk Islam berasal dari etnis Tatar dan masyarakat Turki.
Sebagian besar Muslim Rumania adalah Sunni yang mengikuti mazhab Hanafi.

97% Muslim Rumania Muslim adalah penduduk dua wilayah yang membentuk Dobruja Utara: 85 % nya tinggal di Constanţa, dan 12 % di Tulcea. Sisanya terutama mendiami pusat-pusat perkotaan seperti Bucharest, Braila, Calarasi, Galaţi, Giurgiu, dan Drobeta-Turnu Severin.


Secara keseluruhan, Rumania memiliki 80 masjid, atau, menurut catatan Kementrian Kebudayaan dan Agama Rumania, ada 77 mesjid. Kota Constanţa, dengan Mesjid Carol I merupakan tempat Muftiyat, yang adalah pusat Islam Rumania; Mangalia, dekat Constanţa, adalah tempat bagi sebuah masjid monumental yang dibangun pada tahun 1525. Kedua masjid itu diakui Negara sebagai monumen bersejarah, seperti juga yang ada di Hârşova, Amzacea, Babadag dan Tulcea. Ada juga 108 kuburan Islam di Rumania.

Setelah Revolusi Rumania tahun 1989, ketika Rumania meninggalkan blok Timur Komunis rakyat Rumania memiliki kesempatan untuk menemukan Islam dan merasakan hasilnya. Saat in ada sebanyak 3.000 orang masuk Islam dan jumlah ini meningkat dari hari ke hari. Dengan menjadi mualaf mereka menghadapi masalah tertentu dalam masyarakat, dalam masyarakat yang tidak siap untuk menerima mereka. Sebagian besar kelompok di Rumania memiliki sedikit keinginan untuk mendukung kaum muslim pada umumnya. Karena alasan ini umat Islam di Rumania terpaksa mendirikan sebuah organisasi yang mampu membela dan mempertahankan kebutuhan umat di Rumania. Aliansi Rumania Islam didirikan untuk melindungi dan membela umat dan Islam di Rumania.

Ketika Islam datang ke Eropa, benua itu hidup dalam zaman kegelapan. Eropa Timur tenggelam dalam takhayul, sihir dan ilmu sihir. Islam datang dan membawa suatu keyakinan rasional yang baru yang menghilangkan wilayah itu dari kesengsaraan dan memberikan tujuan hidup bagi penduduknya. Sementara di daratan Eropa tantangannya adalah untuk membela agama ini, masarakat di Rumania dan di banyak bagian Eropa Timur membutuhkan pembebasan dari kapitalisme dan nasionalisme dan di negeri inilahlah Kaum Muslim Rumania berada di posisi terdepan untuk melaksanakan tugas yang telah dimulai oleh Nabi Muhammad SAW dan kemudian diperluas oleh Khilafah Usmani. Sementara wajah umat menghadapi isu yang sama secara global, umat Islam di Rumania berdiri bahu membahu dengan umat Islam di seluruh dunia dan menunggu hari ketika Allah memberikan pertolongan-Nya.

Ikhwan dan Akhwat dari Rumania

Sumber: Khilafah.com

Ahad, 4 April 2010

Muslim di Wollongong (2)

Selain masjid Abubakar, ada lagi masjid yang berada di Wollongong yang digunakan masyarakat muslim Indonesia untuk berinteraksi dengan masyarakat muslim dari berbagai Negara yang berada di Wollongong, yaitu Omar Mosque atau Masjid Omar.

Masjid ini terletak di Folley Street, yaitu sekitar 5 kilometer sebelah barat pusat kota Wollongong. Sebelum menjadi masjid, tempat ini dulunya adalah gereja yang telah ditinggalkan oleh umatnya.

Semakin bertambahnya jumlah umat muslim di Wollongong serta kekosongan gereja itu akhirnya membuat umat Islam Wollongong mempunyai inisiatif untuk berswadaya mengumpulkan uang dan membeli gereja tersebut untuk dijadikannya sebuah masjid. Dengan mengumpulkan sumbangan dari masyarakat muslim di Wollongong dan pertolongan dari Alloh SWT, maka terkumpullah uang tersebut.

Lalu “Allohuakbar” berubahlah sebuah gereja menjadi sebuah masjid. Masyarakat muslim di Wollongong (termasuk muslim Indonesia) banyak yang melaksanakan sholat 5 waktu dimasiid ini. Bahkan beberapa pelajar yang tinggal didekat kampus UoW juga pergi ke Omar Mosque ini untuk melaksanakan sholat berjamaah 5 waktu.

Karena jarak yang agak jauh, maka banyak diantara mereka yang berangkat dan pulang dari Omar Mosque ini dengan menaiki sepeda secara bersama-sama. Indah sekali bila dipandang, bahkan penduduk Australiapun juga terheran-heran dengan Aktivitas masyarakat muslim di Wollongong ini. Karena jangankan pergi ke tempat ibadah setiap hari, dalam satu bulanpun mereka yang melakukannya dapat dihitung dengan hitungan jari.


Menapak senja dengan bersepeda ke Omar Mosque untuk sholat maghrib berjamaah.

Indah sekali bila terlihat, serasa ada “Kekuatan” yang maha dahsyat yang membakar semangat mereka untuk pergi sholat berjamaah ke masjid. Meskipun terkadang lemparan telur, botol, soda, bir maupun ejekan-ejekan dari masyarakat setempat ditujukan ke mereka. Kurang begitu jelas apakah gangguan itu cuma sekedar iseng ataupun mereka memang melakukan ini disebabkan mereka benar-benar membenci agama.

Karena kenyataannya memang kebanyakan dari penduduk lokal di Wollongong tidak mempercayai adanya Tuhan, sehingga dibeberapa tempat umum dan kampus banyak coretan-coretan kalimat yang berisi ajakan untuk “menikmati hidup” dan melupakan aturan-aturan agama. Tetapi hal tersebut tidak mengurangi semangat para umat muslim Wollongong untuk melaksanakan ibadah di Masjid. “Alloohuakbar”, mungkin itulah kalimat yang telah merasuk dijiwa mereka. Gambaran akan Kemahabesaran Alloh SWT, serta Keyakinan akan pertolonganNya tumbuh subur dihati mereka, sehingga mereka yakin bahwa tak selembar daunpun akan gugur kebumi tanpa seizin Alloh SWT.



Para “Indonesian Bikers” dan syekh Abdurrahman di depan Omar Mosque.

Suasana haru juga kerap terlihat di Omar mosque ini ketika ada penduduk Australia yang mengucapkan dua kalimat syahadat untuk yang pertama kalinya, derai suara takbir dan pujian kepada Alloh SWT terdengar jelas terpancar dari Qalbu yang paling dalam dari setiap jamaah yang hadir. Tak jarang beberapa diantara mereka bercucuran air mata.

Terlihat sangat jelas bahwa tidak hanya mata mereka yang menangis bahagia, tetapi juga hati tulus mereka. Seakan hal itu merupakan pemandangan terindah yang pernah mereka temui. Ekspresi mereka yang menggambarkan kebahagiaan yang luar biasa ini juga dikarenakan mereka tlah mempunyai “saudara baru” dari penduduk lokal, sehingga hal ini akan sangat membantu syiar Islam di bumi Australia ini.

Ucapan selamat dan dekapan hangat tak henti-hentinya diberikan oleh saudara sesama muslim yang hadir pada saat itu. Hal ini pula yang membuat mereka semakin bersemangat untuk terus beribadah kepada Alloh SWT. Inilah suasana yang sangat mengharukan sekaligus membahagiakan, karena telah nampak “kemenangan” Agama Alloh SWT, di bumi Australia ini.


Suasana pengajian di Omar Mosque,yang biasa dilakukan setelah sholat isya’.

Tak jarang pula beberapa umat non muslim datang ke masjid untuk melihat secara langsung cara muslim beribadah didalam masjid. Tak ayal Syekh Abdurrahman (Imam Masjid Omar) yang berketurunan dari Mesir dan para jamaah yang lain menyambut dengan hangat kedatangan dan keingintahuan mereka. (Bersambung)

Mahasiswa Muslim di Florida, Membantu Orang Miskin Sambil Berdakwah


Mahasiswa Muslim di Florida, AS yang tergabung dalam organisasi nirlaba Project Downtown, turun ke jalan, tapi bukan untuk melakukan aksi unjuk rasa, tapi mendatangi warga miskin dan para tunawisma untuk membagikan bantuan dan berbincang-bincang dengan mereka.

Kegiatan itu dipusatkan di kota Tampa. Sama seperti di kota-kota besar lainnya di AS, di Tampa juga terdapat banyak tunawisma. Seorang mahasiswa mengatakan, mereka melakukan aksi sosial itu karena dalam Islam diajarkan untuk memberi makan orang-orang miskin.

"Itulah tujuan kami di sini. Cuma itu," kata mahasiswa tadi.

Penduduk kota Tampa hanya sekitar 350 ribu jiwa dan dipekirakan 11 ribu diantara mereka tidak punya tempat tinggal. "Mereka orang-orang yang membutuhkan bantuan," kata Jill Moreida, anggota Project Downtown.

"Kami datangi mereka bukan hanya sekedar memberikan makanan lagu pergi. Kami tidak mau memberi makan seperti memberi makan hewan di kebun binatang. Tapi kami bersahabat dengan mereka, kami berbincang dan berinteraksi. Selama berminggu-minggu, dan kami pun mengenal mereka, tahu tentang keluarga mereka. Kami tahu jika mereka sakit. Kami ingin membangun hubungan dengan mereka," papar Jill.

Dengan menjalin hubungan yang dekat, sedikit demi sedikit mereka bertanya tentang Islam dan memiliki pemahaman baru tentang Islam.

"Mereka bilang, ternyata orang-orang Islam sangat luar biasa. Jadi kami melayani mereka karena Allah Ta'ala. Ada pesan besar yang kami bawa, yaitu menunjukkan sesuatu yang menimbulkan pandangan baru bagi mereka tentang Islam. Menunjukkan pada mereka agar tidak takut pada kami, kaum Muslimin dan tidak memiliki steretipe bahwa kami akan menyakiti mereka," jelas Jill.

Organisasi Project Downtown berdiri dua tahun lalu di kota Miami dan sekarang sudah memiliki cabang di berbagai kota di AS, termasuk di Florida. Dalam melakukan kegiatan sosialnya, organisasi ini tidak melihat latar belakang etnis dan agama.

"Organisasi ini didirikan oleh beberapa kelompok dan beberapa mahasiswa Muslim di Miami. Mereka melihat kondisi orang-orang miskin di sekitar dan mengumpulkan uang untuk membeli roti isi dan membagikannya pada orang-orang yang membutuhkan," kata salah seorang anggota organisasi itu.

Kegiatan Project Downtown di Florida disponsori oleh komunitas Muslim di kota itu, antara lain dari organisasi Aliansi Muslim Tampa yang diketuai oleh Dr. Hussein Nagamiya, seorang dokter ahli jantung.

"Tujuan utama kami adalah memberi makan orang-orang yang kelapar, membagikan pakaian pada orang-orang miskin, memberikan apa yang mereka butuhkan karena mereka orang-orang yang tidak punya tempat tinggal dan tak tahu harus pergi kemana," ujar Dr. Nagamiya.

Ia melanjutkan, "Kami juga memberi mereka alat transportasi, misalnya sepeda, membuka tenda-tenda pemeriksaan kesehatan dan buat mereka yang ternyata sakit, kami akan membawa mereka ke klinik-klinik yang memberikan layanan gratis."

Bagi komunitas Muslim, kegiatan itu ibarat sambil menyelam minum air. Sambil membantu warga miskin, mereka juga mendakwahkan agama Islam. Organisasi seperti Project Downtown dan Aliansi Muslim Tampa berharap mereka bisa mencapai tujuan lainnya, yaitu menunjukkan pada saudara-saudara mereka sesama warga Amerika, bahwa masyarakat Muslim di Amerika adalah warga negara yang baik yang memberikan kontribusi positif pada negara AS. (ln/muxlim)

Jumaat, 2 April 2010

Budak 7 tahun dapat A peperiksaan A-level

email : Shah Bundy


LONDON - Seorang budak lelaki berumur tujuh tahun, Yasha Ayari Asley menjadi individu termuda di dunia lulus peperiksaan A-level dalam mata pelajaran matematik dengan memperoleh gred A, lapor sebuah akhbar semalam.

Yasha dari Leicester memberitahu: "Apabila saya melihat kertas soalan, saya menganggap ia akan menjadi mudah. Terdapat satu soalan yang berlegar dalam fikiran saya iaitu bagaimana cara untuk melakukannya sebelum saya mendapat jawapan. Baki soalan lain okey."

Pencapaian Yasha akan membolehkan dia disenaraikan dalam rekod selepas seorang budak perempuan berumur lapan tahun, Zohaib Ahmed turut mendapat gred A pada Januari tahun lalu.

Bapanya, Moussa, 47, berkata: "Dia berasa gembira tetapi ia tidak dapat menandingi bagaimana terujanya saya. Ia merupakan satu pencapaian yang mengagumkan. Saya berasa bangga dengannya."

Menurutnya, jika Yasha mendapat biasiswa, dia mungkin menamatkan ijazah universiti sebelum berumur sepuluh tahun.

Moussa berkata: "Dia mempunyai bakat belajar."

Yasha merupakan murid sebuah sekolah rendah di tahun tiga tetapi Moussa yang berketurunan Iran mendaftarkan anaknya mengambil A-level tanpa pengetahuan guru besarnya.

Moussa membesarkan anaknya itu sendirian selepas dia bercerai dengan isterinya semasa umur Yasha berumur setahun.

sumber dari : http://paapaada.blogspot.com

April Mop: Hari Dimana Umat Islam Dibantai


Maret akan segera usai. Bulan April menjelang. Ada suatu kebiasaan jahiliah yang patut kita waspadai bersama sebagai seorang Muslim; 1 April sebagai hari April Mop. April Mop sendiri adalah hari di mana orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Tapi tahukah Anda apakah April Mop itu sebenarnya?

Sejarah April Mop

Sebenarnya, April Mop adalah sebuah perayaan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib yang dilakukan lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka.

Biasanya orang akan menjawab bahwa April Mop—yang hanya berlaku pada tanggal 1 April—adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, orangtua, saudara, atau lainnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan.

Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine's Day, budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Terutama di kalangan anak muda. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau sebaliknya.

Perayaan April Mop berawal dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan? April Mop, atau The April's Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah barat yang berupa pegunungan. Islam telah menerangi Spanyol.

Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Tidak saja membaca Al-Qur'an, namun bertingkah-laku berdasarkan Al-Qur'an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal. Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol.

Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al Qur'an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan salib. Penyerangan oleh pasukan salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh.

Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara salib terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol.

Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju ke pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para tentara salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara salib segera membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.

Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April's Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.

Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya se-iman disembelih dan dibantai oleh tentara salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.

Jadi, perhatikan sekeliling Anda, anak Anda, atau Anda sendiri, mungkin terkena bungkus jahil April Mop tanpa kita sadari. (sa/berbagaisumber)