Selasa, 12 Januari 2010

DR. Raghib As-Sirjani - Ashabul Ukhdud di Gaza

Jika pembakaran Ashabul Ukhdud dilakukan dengan kayu bakar maka pemberangusan di zaman ini dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari bom, rudal, granat sampai senjata-senjata terlarang di dunia internasional

Blokade dan pengembargoan terhadap saudara kita, kaum Muslimin di Jalur Gaza memiliki banyak kesamaan dengan apa yang diceritakan oleh Allah Swt dalam surat Al-Buruj, yaitu kisah pemblokadean terhadap kaum Muslimin di salah satu perkampungan di Yaman yang mana mereka diberangus dengan cara dibakar. Allah berfirman:

وَالسَّمَاء ذَاتِ الْبُرُوجِ ﴿١﴾ وَالْيَوْمِ الْمَوْعُودِ ﴿٢﴾ وَشَاهِدٍ وَمَشْهُودٍ ﴿٣﴾ قُتِلَ أَصْحَابُ الْأُخْدُودِ ﴿٤﴾ النَّارِ ذَاتِ الْوَقُودِ ﴿٥﴾ إِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُودٌ ﴿٦﴾ وَهُمْ عَلَى مَا يَفْعَلُونَ بِالْمُؤْمِنِينَ شُهُودٌ ﴿٧﴾ وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَن يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ ﴿٨﴾ الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ ﴿٩﴾

Artinya: "1. Demi langit yang mempunyai gugusan bintang, 2. Dan hari yang dijanjikan, 3. Dan yang menyaksikan dan yang disaksikan. 4. Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit [yaitu pembesar-pembesar Najran di Yaman] 5. Yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, 6. Ketika mereka duduk di sekitarnya, 7. Sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman. 8. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang Mukmin itu melainkan Karena orang-orang Mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, 9. Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu. (QS. Al-Buruj: 1-9)

Jika pembakaran Ashabul Ukhdud dilakukan dengan kayu bakar maka pemberangusan di zaman ini dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari bom, rudal, granat sampai senjata-senjata terlarang di dunia internasional. Jika pemblokadean dan embargo terhadap kaum Mukmin pada kisah Ashabul Ukhdud didalangi oleh segerombolan orang Kafir yang zhalim, maka sekarang dipimpin oleh orang-orang terkeji dari kalangan manusia yang sangat memerangi kaum Mukminin. Mereka juga berkonspirasi dengan orang-orang Musyrik untuk memerangi kaum Muslimin, tetapi Allah Swt telah lebih dulu menunjukan kezaliman mereka dalam surat Al-Maidah. Allah berfirman:

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِّلَّذِينَ آمَنُواْ الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُواْ وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَّوَدَّةً لِّلَّذِينَ آمَنُواْ الَّذِينَ قَالُوَاْ إِنَّا نَصَارَى ذَلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لاَ يَسْتَكْبِرُونَ ﴿٨٢﴾

Artinya: "Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang Musyrik. Dan Sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib. (juga) Karena Sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri." (QS. Al-Maidah: 82)

Satu-satunya yang disebutkan Allah sebagai penyebab kebencian kaum Musyrik terhadap kaum Mukmin adalah keimanan mereka kepada Allah Swt, sebagaimana firman-Nya:

وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَن يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ ﴿٨﴾

Artinya: "Dan mereka tidak menyiksa orang-orang Mukmin itu melainkan Karena orang-orang Mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji." (QS. Al-Buruj: 8)

Dewasa ini, blokade dan embargo hanya terjadi kepada orang-orang yang menyatakan keimanan mereka secara terang-terangan. Sementara orang-orang yang membangun sistem sekuler, Timur, Barat, menjual hal-hal prinsipil secara total dan mengadaikan metode-metode agama justru hidup di rumah mereka dengan aman dan tentram!

Kendatipun blokade pada kisah Ashabul Ukhdud dan saudara-saudara kita di Jalur Gaza sangat mirip, namun dalam dua peristiwa itu terdapat juga banyak perbedaan yang cukup mencolok. Oleh karena itu, mari kita berhenti sejenak untuk merenunginya.

Ashabul Ukhdud merupakan sekelompok kaum Mukmin dari kalangan Nasrani yang diblokade di tengah kebisuan orang-orang Nasrani secara keseluruhan. Akan tetapi, kebisuan itu tidak dapat menyelematkan mereka sedikit pun dari kezhaliman. Sekte-sekte agama Nasrani juga mempunyai banyak perbedaan yang sangat mendasar di antara mereka. Perbedaan itulah yang menyebabkan hubungan emosional sesama mereka menjadi sirna. Akibatnya, berbagai perperangan kerap bergolak antara Katolik dan Ortodoks, Katolik dan Protestan dan Gereja Ortodoks dengan Armenia, bahkan antar sesama kalangan Ortodoks sendiri kerap terjadi pertikaian. Seperti itu yang Allah Swt sebutkan dalam firman-Nya:

وَمِنَ الَّذِينَ قَالُواْ إِنَّا نَصَارَى أَخَذْنَا مِيثَاقَهُمْ فَنَسُواْ حَظًّا مِّمَّا ذُكِّرُواْ بِهِ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاء إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللّهُ بِمَا كَانُواْ يَصْنَعُونَ ﴿١٤﴾

Artinya: "Dan diantara orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya kami Ini orang-orang Nasrani", ada yang Telah kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka Telah diberi peringatan dengannya; Maka kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang mereka kerjakan." (QS. Al-Maidah: 14)

Allah Swt telah mengekalkan permusuhan di hati orang-orang Nasrani hingga Hari Kiamat kelak. Insiden-insiden pertikaian itu, telah membenarkan ketidaktolerannya orang-orang Nasrani sehingga mendorong mereka melakukan pembakaran terhadap saudara-sudara sendiri di Yaman sana. Akan tetapi, apa menjadi alasan kaum Muslimin hingga membisu menyaksikan peristiwa yang terjadi di Palestina? Allah telah mempersatukan hati-hati mereka, penyatuan ini merupakan nikmat termahal dari apa yang ada di permukaan bumi ini. Allah berfirman:

وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنفَقْتَ مَا فِي الأَرْضِ جَمِيعاً مَّا أَلَّفَتْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ ﴿٦٣﴾

Artinya: "Dan yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman)[ penduduk Madinah yang terdiri dari suku Aus dan Khazraj selalu bermusuhan sebelum nabi Muhammad s.a.w hijrah ke Medinah dan mereka masuk islam, permusuhan itu hilang]. walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah Telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya dia Maha gagah lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Anfal: 63)

Allah juga menjadikan kasih sayang dan persatuan ini sebagai syarat untuk menapaki surga. Kita tidak akan masuk surga tanpa mencintai saudara-saudara kita. Rasulullah Saw bersabda:

وَاللَّهِ لاَ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا، وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا ….(رواه مسلم)

Artinya: "Demi Allah kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman dan kalian tidak akan beriman sampai saling mencintai…." (HR. Muslim)

Apa alasan kita membiarkan mereka di tengah pemblokadean itu? Sudah seharusnya sakit yang kita rasakan sama seperti sakit yang mereka rasakan, musibah menimpa kita layaknya musibah mereka, luka kita derita sama dengan luka yang mereka alami? Rasulullah Saw bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى. (رواه مسلم)

Artinya: "Perumpaan kaum Mukminin dalam cinta dan kasih sayang, ibarat satu tubuh yang apabila satu anggotanya menderita sakit, maka seluruh tubuh akan turut merasakannya dengan tidak bisa tidur dan demam." (HR. Muslim)

Oleh karena itu, jika penduduk bumi mempunyai alasan saat terjadinya pemkaran terhadap Ashabul Ukhdud, maka tidak ada alasan bagi kaum Muslimin melengahkan saudara-saudara mereka di Jalur Gaza yang tengah diblokade, diembargo dan dibantai. Orang-orang di masa Ashabul Ukhdud tidak mendengar kisah itu kecuali setelah pemberangusan mereka. Hal itu, disebabkan oleh jarak yang sangat jauh dan tidak adanya prasarana komunikasi. Namun sekarang, kita menyaksikan langsung detik-detik pembakaran itu, bom saat diledakan, orang yang disembelih menjemput syahidnya dan saat-saat rumah dirobohkan, lantas apa alasan kita? Tidak diragukan lagi bahwa pertanyaan di hadapan Alalh mengenai embargo dan pembantaian ini akan sangat panjang! Tidak diragukan lagi itu akan susah untuk dijawab sehingga setiap Muslim harus menyiapkan jawabannya!

Setidaknya setiap Muslim menengadahkan tangannya untuk berdoa bagi saudara-saudara mereka di sana, semoga Allah mengokohkan pendirian mereka, dibebaskan dari embargo ini dan semoga Allah menolong mereka menghadapi musuh-musuh mereka. Paling tidak seorang Muslim berkontribusi meringankan musibah mereka melalui harta dan biaya hidup semampunya, karena itu adalah jihad yang sesungguhnya di jalan Allah swt.

Setidaknya, setiap Muslim di mana pun berada membicarakan prolematika Palestina, topik itu sebagai ganti dari membicarakan pertandingan Piada Dunia Afrika atau bicarakan hal-hal yang sepele, dan tidak pantas bagi umat yang tengah disembelih membicarakan hal-hal semacam itu.

Setidaknya, setiap Muslim kembali menggencarkan boikot terhadap segala bentuk produk Yahudi, AS bahkan sangat tidak logis presiden AS mengeluarkan semua potensinya dan mengunjungi negara-negara Islam untuk mendukung Gerakan Zionis melalui bidang politik, militer dan ekonomi, sementara kita menemukan seorang Muslim tidak dapat menikmati segelas air, gas atau sepatu dari perusahaan-perusahaan AS!

Ini masalah serius, ini perkara agung. Hari Kiamat akan datang tanpa diragukan lagi dan semua kita akan kembali kepada-Nya. Para pemimpin Muslim yang melihat seakan-akan tidak berbuat apa-apa, maka sebenarnya merekalah melahirkan kehinaan dan penghinaan itu. Mereka ridhai pengehinaan terhadap agama dan kehormatan mereka. Tidak diragukan lagi bahwa perhitungan mereka di hadapan Allah Swt amatlah sulit, walaupun mereka memiliki umur yang panjang tapi mereka akan tetap berhenti di hadapan Zat yang tidak akan pernah lalai dan tertidur. Allah berfirman:

وَلاَ تَحْسَبَنَّ اللّهَ غَافِلاً عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الأَبْصَارُ ﴿٤٢﴾

Artinya: "Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak." (QS. Ibrahim: 42) (Sn/Op)

Sabtu, 9 Januari 2010

Caroline Bate adalah tipikal perempuan Inggris yang terpelajar. Ia pernah mempelajari bahasa Rusia dan Jerman sebelum akhirnya memilih jurusan manajemen dan mendapatkan gelar kesarjanaan di bidang itu dari Universitas Cambridge.Lalu apa yang membuat Caroline istimewa? Yang membuatnya istimewa adalah minatnya terhadap agama Islam. Caroline mempelajari Islam dan merasa dirinya sebagai Muslim meski secara resmi ia belum mengucapkan dua kalimat syahadat.

Caroline mewakili kalangan muda, kulit putih dan terpelajar di Inggris yang cenderung memiliki minat untuk mempelajari agama Islam. Sejumlah masjid di London mengakui adanya kecenderungan yang makin meningkat itu, bahkan bukan hanya berminat mempelajari Islam tapi juga menyatakan diri masuk Islam, terutama sejak peristiwa serangan 11 September 2001 di AS. Seperti Caroline, warga Inggris yang masuk Islam kebanyakan berasal dari kalangan kelas menengah yang sudah mapan, punya karir yang bagus dan memiliki latar belakang kehidupan pribadi dan sosial yang bahagia.

Dalam artikel "Wajah Baru Islam" yang dimuat di situs Islam For Today, penulisnya, Nick Compton menyebutkan bahwa trend semacam itu bukan hal yang baru di Inggris. Ia menyebutkan sejumlah warga asli Inggris ber "darah biru" yang memutuskan untuk menjadi seorang muslim, misalnya Jonathan Birt, putera dari Lord Birt yang masuk Islam pada tahun 1997 dan Joe Ahmed Dobson, putera mantan Menteri Kesehatan Inggris.

Seperti di negara Barat lainnya, isu Islam radikal juga mengemuka di Inggris pasca peristiwa 11 September. Di Inggris, tokoh muslim Abu Hamza Al-Masri ditudingsebagai tokoh radikal yang telah mencekoki anak-anak muda Muslim dengan pemikiran ekstrim. Tapi di sisi lain, justeru makin banyak kalangan kulit putih dari kelas menengah di Inggris yang masuk Islam. Kebanyakan dari mereka mengetahui Islam dari teman-temannya, dari buku bacaan dan dari para juru dakwah di Inggris yang meyakinkan mereka bahwa Islam bukanlah agama misionaris seperti agama Kristen.

Caroline memiliki pengalaman unik bagaimana pertama kali mengenal Islam dan meyakininya sebagai agama yang sempurna dan paling masuk akal. Semuanya berawal ketika teman sekolahnya menikah dengan seorang muslim asal Tunisia. "Tadinya saya cuma ingin mempelajari sisi budayanya dan bukan agamanya. Tapi dari literatur yang saya baca mendorong saya untuk juga membaca tentang ajaran Islam, yang menurut saya sangat masuk akal dan sempurna," kata Caroline.

Lain lagi pengalaman Roger (bukan nama sebenarnya) yang berprofesi sebaga dokter. Ia mengatakan, sekitar satu setengah tahun yang lalu ia sering membicarakan tentang Islam dengan rekan-rekan kerjanya yang Muslim. "Semua yang saya dengar tentang Islam dari media massa adalah Hizbullah, kelompok gerilya dan sejenisnya. Lalu saya mulai mengajukan beberapa pertanyaan tentang Islam pada kolega saya yang Muslim dan saya sangat prihatin dengan ketidaktahuan saya selama ini," aku Roger yang kemudian memutuskan masuk Islam.

Bagi para mualaf itu, memeluk Islam ibarat melakukan 'operasi penyamaran'. Mereka harus membaca, bicara, mendengarkan dan belajar tentang Islam secara diam-diam. Yang paling berat adalah ketika mereka harus mengakui keislaman mereka pada teman-teman dan keluarga. Banyak diantara mualaf baru itu yang menghadapi rasa takut, skeptis bahkan respon berupa sikap kebencian.

Eleanor Martin, seorang artis di era tahun 1990-an yang kemudian dipanggil Aisya adalah salah seorang mualaf di Inggris yang mengalami masa-masa berat itu. Ia mengenal Islam dari Mo Sesay, seorang muslim, dalam satu acara yang sama-sama dibintangi oleh Eleanor.

"Yang ada di pikiran saya tentang Islam adalah orang Islam suka membunuh dan lelaki muslim suka memukul perempuan. Tapi pikiran itu berubah setelah saya melihat perilaku Mo Sesay. Kami berdiskusi dan Sesay membuka mata saya tentang Islam yang sebenarnya," ungkap Eleanor yang masuk Islam pada tahun 1996.

Awalnya, Eleanor menyembunyikan keislamannya karena takut menghadapi reaksi keras dari teman-teman dan keluarganya. "Saya sangat khawatir dengan reaksi ayah. Ia seorang Kristiani yang taat dan memilih berhenti dari pekerjaannya untuk menjadi pendeta," ujar Eleanor.

Ia lalu bertemu dengan seorang aktor Amerika keturunan muslim Afrika bernama Luqman Ali. Keduanya menikah dan Eleanor punya alasan untuk memberitahukan keislamannya pada keduaorangtuanya. "Saya pulang ke rumah dan berkata, 'saya ingin mengabarkan bahwa saya sudah menikah dan saya sekarang seorang muslim'. Ibu saya menyambut gembira tapi ayah saya langsung berkomentar 'saya pikir saya ingin minum-minum sekarang'," tutur Eleanor menceritakan pengalamannya masuk Islam.

Namun sebagian mualaf mengakui bahwa tinggal di negara yang multi etnis lebih mudah bagii seorang mualaf. Stefania Marchetti kelahiran Milan, Italia yang hijrah ke London untuk kuliah mengakui, kemungkinan akan sulit baginya untuk masuk Islam di Italia. "Media massa Italia sangat anti-Islam dan masyarakat Italia pada umumnya beranggapan bahwa semua lelaki muslim adalah teroris dan semua perempuan muslim adalah budak," ungkap Marchetti yang awalnya beragama Katolik dan masuk Islam pada tahun 2001.

Masjid-masjid di Inggris memberikan bimbingan bagi para mualaf baru dalam menjalani kehidupan baru mereka sebagai muslim. Berdasarkan sensus tahun 2001, jumlah Muslim di Inggris mencapai 1,6 juta jiwa. Sejak sensus itu terjadi kenaikan jumlah muslim di Inggris sebanyak 400.000 orang. Dan menurut Mendagri Inggris, Jacqui Smith pada tahun 2008 tercatat 10 ribu jutawan Muslim di Inggris dan secara umum komunitas Muslim Inggris telah memberikan kontribusi sebesar 3,1 miliar pounsterling per tahun bagi perekonomian Inggris. (ln/IFT/MualafOnline)

Kezaliman yang berpanjangan di bumi Palestin

Dzulfikar Mashoor
KUALA LUMPUR, 9 Jan: Kezaliman yang berpanjangan di bumi Palestin mengakibatkan pihak penceroboh, Zionis-Israel sendiri dilaporkan begitu takut menyertai Piala Dunia 2010 di Afsel, Afrika Selatan secara langsung (live) tidak lama lagi.

Suatu saluran televisyen Tel Aviv baru-baru ini melaporkan, beberapa organisasi tempatan Afrika Selatan yang pro kemanusiaan Palestin mula melengkapkan beberapa maklumat logistik berkaitan pasukan Zionis-Israel sejak Januari tahun lalu lagi.

Sumber tersebut juga memberitahu bahawa, motif beberapa organisasi terbabit adalah menculik pasukan Zionis tersebut lalu diheret ke muka pengadilan, sebagai membalas dendam atas kezaliman mereka di Sempadan Gaza.

Dilaporkan, bekas-bekas parajurit Zionis yang mendapat dwi-kerakyatan Afrika Selatan turut dikenal pasti oleh beberapa organisasi berkaitan Palestin yang berpangkalan di Afrika Selatan, sempena Piala Dunia 2010 itu.

Seramai 72 bekas bekas parajurit Zionis telahpun ditangkap sejurus tiba di Lapangan Terbang Afrika Utara, atas dakwaan terlibat dalam jenayah perang.

Saluran 2 dari televisyen Tel Aviv melaporkan, Leftanan Kolonel David Benjamin yang berasal dari Afrika Selatan dan berkerakyatan Israel antara yang didakwa kerana bekerjasama dengan pengganas Zionis-Israel di Sempadan Gaza.

Beliau yang sekarang sedang dibicarakan di Mahkamah Johannesburg atas tuduhan melakukan jenayah perang ke atas rakyat Palestin, telah menjadi berita kontroversi di Tel Aviv.

Disebabkan perkembangan terbaru itu, beberapa media arus perdana Tel Aviv mengutip responden berhubung kawajaran Israel menghantar suatu deligasi ke Afrika Selatan sempenan Piala Dunia 2010 tersebut.

Dari maklum balas yang diterima, majoriti rakyat Tel Aviv bersetuju Israel tidak menghantar deligasi ke sana, kerana bimbang ditangkap lalu didakwa sebagai ‘penjenayah perang’


“Apakah Israel lebih rela kehilangan penonton Piala Dunia 2010 secara langsung, dari melihat satu persatu rakyatnya diheret ke muka pengadilan atas tuduhan melakukan jenayah perang?” jelas seorang intelektual berbangsa Yahudi sebagaimana yang dilaporkan oleh media Tel Aviv baru-baru ini.sumber harakahdaily.

Khamis, 7 Januari 2010

Pertumbuhan Ekonomi Bandar Wuzhong, "Kampung Etnik Hui" yang Terkenal di China

Bandar Wuzhong terletak di Wilayah Autonomi Hui Ningxia, bahagian barat laut China. Ia juga dikenali sebagai "Kampung Etnik Hui" bukan sahaja mempunyai ramai penduduk etnik Hui, malah penuh suasana kebudayaan Islam. Dalam proses perkembangan sejarah Wuzhong, pertumbuhan ekonominya mempunyai ciri etnik dan kedudukan yang ketara.



Pada zaman dahulu, Wuzhong sangat penting dari segi ketenteraan kerana kedudukan geografinya yang strategik terletak di kawasan yang sesuai bagi menghadapi serangan dari barat. Selain itu, Wuzhong juga merupakan pusat perdagangan sejak zaman dahulu. Menurut catatan yang bertajuk "Shuo Fang Dao Zhi", terdapat sebanyak beberapa puluh pasar besar di Wuzhong. Pasar-pasar tersebut akan penuh sesak dengan saudagar atau peniaga yang menjalankan aktiviti perdagangan ketika pasar dibuka pada 3, 6 dan 9 hb setiap bulan.

Selain menjadi pusat perniagaan tradisional serantau, Wuzhong, juga terkenal sebagai pusat industri makanan, penyembelihan lembu dan kambing, pengeluaran ubat-ubatan, barang kemas dan barang-barang antik serta pusat pengangkutan yang berkembang maju. Wuzhong mempunyai sistem pengangkutan yang baik sehingga ia menjadi pelabuhan air dan darat yang termasyhur dalam sejarah. "Laluan Sutera" yang merentasi kawasan Wuzhong bukan sahaja meningkatkan pertukaran ekonomi wilayah tengah dengan kawasan barat, malah mendorong interaksi kebudayaan pelbagai etnik di kawasan barat dengan pusat pada zaman Dinasti Tang (tahun 618-907 Masihi).

Pada zaman Dinasti Qing (tahun 1616-1911), laluan perairan Wuzhong merupakan perhubungan dengan bandar Baotou, iaitu sebuah bandar di Mongol Dalam. Perkembangan perniagaan bulu dan kulit binatang turut menyumbang kepada kemajuan pesat sektor pengangkutan Sungai Kuning. Wuzhong yang terletak berhampiran Sungai Kuning itu juga menjadi pintu utama bagi perdagangan di kawasan barat laut. Lebih 37% produk-produk di kawasan Wuzhong ke luar masuk melalui laluan perairan.

Generasi lama etnik Hui di Wuzhong kebanyakannya menyara diri melalui pertanian dan penternakan kerana Sungai Kuning telah menyuburkan tanah di sekitarnya. Pada zaman Dinasti Yuan (tahun 1206-1368), agama Islam berkembang pesat di China dan lebih ramai penduduk etnik Hui berhijrah ke Wuzhong yang membawa kepada pertumbuhan ekonomi baru sehingga wujudnya ekonomi etnik Hui yang bercirikan etnik dan agamanya. Sejak itu, aktiviti perdagangan etnik Hui di kawasan barat laut China bertumpu dalam bidang industri ketiga seperti makanan, penyembelihan lembu dan kambing, penghasilan ubat-ubatan, mutiara dan barang-barang antik serta perdagangan pengangkutan. Pembangunan ekonomi etnik Hui juga telah mendorong perdagangan antara pelbagai etnik di kawasan barat laut. Sementara itu, interaksi kebudayaan antara pelbagai etnik juga semakin meningkat yang membawa kepada perpaduan pelbagai etnik dan terjalinnya hubungan yang saling mempercayai.







Pada penghujung zaman Dinasti Qing, pasaran Wuzhong semakin makmur sehingga digelar sebagai "Mini Shanghai" kerana bukan sahaja saudagar tempatan yang berurus niaga di tempat itu, malah ramai peniaga dari provinsi lain datang untuk membuka perusahaan masing-masing. Menurut catatan, 70 peratus peniaga yang berurus niaga di Wuzhong pada zaman itu, ialah etnik Hui, manakala 30% ialah etnik Han. 80% perusahaan dijalankan oleh penduduk tempatan manakala 20% perniagaan diusahakan oleh peniaga luar.

Dalam jangka masa yang panjang, perniagaan etnik Hui di Wuzhong secara beransur-ansur mewujudan skala dan cirinya yang tersendiri. Mereka bukan sahaja meneroka sumber tempatan, malah mengimport produk daripada tempat lain. Oleh itu, struktur ekonomi kawasan itu dapat dipelbagaikan dan lebih sempurna. Sementara itu, taraf hidup rakyat tempatan semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang dilalui.

Selepas Republik Rakyat China ditubuhkan pada tahun 1949, lebih-lebih lagi dengan pelaksanaan dasar pembaharuan dan buka pintu di seluruh China, etnik Hui di barat laut China termasuk Wuzhong turut menyesuaikan diri dengan keperluan pasaran yang baru. Melalui usaha yang bersungguh-sungguh, mereka telah memberi sumbangan besar bagi perkembangan dan kemakmuran ekonomi kawasan itu.

Sekarang, Wuzhong merupakan salah satu kawasan penting dalam proses kemajuan perdagangan dan ekonomi di wilayah Ningxia. Kelebihan Wuzhong dalam sumber tanah dan sumber tenaga mengyebabkan bilangan keseluruhan ekonomi Wuzhong lebih banyak berbanding dengan 57 buah bandar lain di bahagian barat China.

Sejak kebelakangan ini, kerajaan Wuzhong terus menjalankan pembaharuan yang lebih pesat dengan meningkatkan peruntukan kewangan untuk mendorong industri pelancongan serta mengubahsuai industri perkhidmatan yang tradisional. Beberapa industri perkhidmatan yang baru seperti perkhidmatan hartanah, kewangan, insurans, logistik dan perunding undang-undang diperkembangkan agar struktur ekonomi menjadi lebih rasional.

Bandar Wuzhong merupakan di antara bandar yang mempunyai kadar penduduk etnik Hui tertinggi di seluruh negara. Oleh itu, ciri kebudayaan, agama dan etnik amat ketara di Wuzhong. Pada tahun-tahun kebelakangan ini, industri pengeluaran makanan halal dan barang keperluan orang Islam berkembang pesat. Perusahaan di Wuzhong memiliki keistimewaan ini dan secara aktif mengembangkan pengeluaran dan perkilangan makanan halal serta barang keperluan orang Islam. Melalui usaha yang bersungguh-sungguh, Wuzhong telah berjaya menjadi kawasan pengeluaran makanan halal dan barang keperluan orang Islam yang berpengaruh besar di seluruh China bahkan di arena antarabangsa.

Selain itu, kebudayaan Islam etnik Hui juga menjadi sumber kebudayaan yang istimewa bandar Wuzhong sehingga ia mendapat reputasi "Kampung Etnik Hui" yang terkemuka.

Pada tahun 2007, kumpulan pimpinan pembangunan industri makanan halal dan barang keperluan orang Islam ditubuhkan di Wuzhong. Mereka mengemukakan permohonan untuk membangunkan Wuzhong sebagai empat pangkalan di peringkat negara, iaitu "pangkalan makanan halal China", "pangkalan industri barang keperluan orang Islam dan makanan halal China", "kampung kebudayaan seni bina etnik Hui China" dan "kampung makanan halal yang enak di China". Sehubungan itu, jenama "Wuzhong" sebagai "Kampung Etnik Hui China" mula diketahui di seluruh negara malah di seluruh dunia. Di samping itu, kerajaan pusat juga memberi lebih banyak sokongan dari segi kewangan dan dasar untuk menggalakkan pertumbuhan ekonomi Wuzhong.

Wuzhong kaya dengan tumbuh-tumbuhan dan binatang ternakan. Beras, sayur-sayuran, daging lembu dan kembing, semuanya merupakan bahan yang bermutu dalam penghasilan makanan halal. Selain itu, terdapat pelbagai jenis makanan ringan halal yang istimewa di Wuzhong telah mendapat sambutan baik. Kini, kawasan perniagaan makanan halal dan barang keperluan orang Islam sedang dibina di bandar Wuzhong. Lebih ramai pelancong tertarik untuk datang ke Wuzhong bagi mendekati dan menghayati kebudayaan etnik Hui yang beragama Islam di China.

Walaupun pertumbuhan ekonomi Wuzhong semakin berkembang maju dengan taraf kehidupan penduduknya yang semakin meningkat serta persekitaran penghidupan mengalami perubahan yang besar, namun Wuzhong masih mempunyai perbezaan yang ketara dengan kawasan-kawasan lain terutama bahagian tenggara China. Oleh itu, langkah yang lebih kukuh dan berkesan perlu dilaksanakan bagi menyelesaikan masalah sedia ada pertumbuhan ekonomi sehingga wujud mekanisme yang selaras dengan keperluan pertumbuhan ekonomi, kestabilan sosial dan keistimewaan kebudayaan sendiri di kawasan kediaman pelbagai etnik.CRI/-

Pertumbuhan Ekonomi Bandar Wuzhong, "Kampung Etnik Hui" yang Terkenal di China

Bandar Wuzhong terletak di Wilayah Autonomi Hui Ningxia, bahagian barat laut China. Ia juga dikenali sebagai "Kampung Etnik Hui" bukan sahaja mempunyai ramai penduduk etnik Hui, malah penuh suasana kebudayaan Islam. Dalam proses perkembangan sejarah Wuzhong, pertumbuhan ekonominya mempunyai ciri etnik dan kedudukan yang ketara.



Pada zaman dahulu, Wuzhong sangat penting dari segi ketenteraan kerana kedudukan geografinya yang strategik terletak di kawasan yang sesuai bagi menghadapi serangan dari barat. Selain itu, Wuzhong juga merupakan pusat perdagangan sejak zaman dahulu. Menurut catatan yang bertajuk "Shuo Fang Dao Zhi", terdapat sebanyak beberapa puluh pasar besar di Wuzhong. Pasar-pasar tersebut akan penuh sesak dengan saudagar atau peniaga yang menjalankan aktiviti perdagangan ketika pasar dibuka pada 3, 6 dan 9 hb setiap bulan.

Selain menjadi pusat perniagaan tradisional serantau, Wuzhong, juga terkenal sebagai pusat industri makanan, penyembelihan lembu dan kambing, pengeluaran ubat-ubatan, barang kemas dan barang-barang antik serta pusat pengangkutan yang berkembang maju. Wuzhong mempunyai sistem pengangkutan yang baik sehingga ia menjadi pelabuhan air dan darat yang termasyhur dalam sejarah. "Laluan Sutera" yang merentasi kawasan Wuzhong bukan sahaja meningkatkan pertukaran ekonomi wilayah tengah dengan kawasan barat, malah mendorong interaksi kebudayaan pelbagai etnik di kawasan barat dengan pusat pada zaman Dinasti Tang (tahun 618-907 Masihi).

Pada zaman Dinasti Qing (tahun 1616-1911), laluan perairan Wuzhong merupakan perhubungan dengan bandar Baotou, iaitu sebuah bandar di Mongol Dalam. Perkembangan perniagaan bulu dan kulit binatang turut menyumbang kepada kemajuan pesat sektor pengangkutan Sungai Kuning. Wuzhong yang terletak berhampiran Sungai Kuning itu juga menjadi pintu utama bagi perdagangan di kawasan barat laut. Lebih 37% produk-produk di kawasan Wuzhong ke luar masuk melalui laluan perairan.

Generasi lama etnik Hui di Wuzhong kebanyakannya menyara diri melalui pertanian dan penternakan kerana Sungai Kuning telah menyuburkan tanah di sekitarnya. Pada zaman Dinasti Yuan (tahun 1206-1368), agama Islam berkembang pesat di China dan lebih ramai penduduk etnik Hui berhijrah ke Wuzhong yang membawa kepada pertumbuhan ekonomi baru sehingga wujudnya ekonomi etnik Hui yang bercirikan etnik dan agamanya. Sejak itu, aktiviti perdagangan etnik Hui di kawasan barat laut China bertumpu dalam bidang industri ketiga seperti makanan, penyembelihan lembu dan kambing, penghasilan ubat-ubatan, mutiara dan barang-barang antik serta perdagangan pengangkutan. Pembangunan ekonomi etnik Hui juga telah mendorong perdagangan antara pelbagai etnik di kawasan barat laut. Sementara itu, interaksi kebudayaan antara pelbagai etnik juga semakin meningkat yang membawa kepada perpaduan pelbagai etnik dan terjalinnya hubungan yang saling mempercayai.







Pada penghujung zaman Dinasti Qing, pasaran Wuzhong semakin makmur sehingga digelar sebagai "Mini Shanghai" kerana bukan sahaja saudagar tempatan yang berurus niaga di tempat itu, malah ramai peniaga dari provinsi lain datang untuk membuka perusahaan masing-masing. Menurut catatan, 70 peratus peniaga yang berurus niaga di Wuzhong pada zaman itu, ialah etnik Hui, manakala 30% ialah etnik Han. 80% perusahaan dijalankan oleh penduduk tempatan manakala 20% perniagaan diusahakan oleh peniaga luar.

Dalam jangka masa yang panjang, perniagaan etnik Hui di Wuzhong secara beransur-ansur mewujudan skala dan cirinya yang tersendiri. Mereka bukan sahaja meneroka sumber tempatan, malah mengimport produk daripada tempat lain. Oleh itu, struktur ekonomi kawasan itu dapat dipelbagaikan dan lebih sempurna. Sementara itu, taraf hidup rakyat tempatan semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang dilalui.

Selepas Republik Rakyat China ditubuhkan pada tahun 1949, lebih-lebih lagi dengan pelaksanaan dasar pembaharuan dan buka pintu di seluruh China, etnik Hui di barat laut China termasuk Wuzhong turut menyesuaikan diri dengan keperluan pasaran yang baru. Melalui usaha yang bersungguh-sungguh, mereka telah memberi sumbangan besar bagi perkembangan dan kemakmuran ekonomi kawasan itu.

Sekarang, Wuzhong merupakan salah satu kawasan penting dalam proses kemajuan perdagangan dan ekonomi di wilayah Ningxia. Kelebihan Wuzhong dalam sumber tanah dan sumber tenaga mengyebabkan bilangan keseluruhan ekonomi Wuzhong lebih banyak berbanding dengan 57 buah bandar lain di bahagian barat China.

Sejak kebelakangan ini, kerajaan Wuzhong terus menjalankan pembaharuan yang lebih pesat dengan meningkatkan peruntukan kewangan untuk mendorong industri pelancongan serta mengubahsuai industri perkhidmatan yang tradisional. Beberapa industri perkhidmatan yang baru seperti perkhidmatan hartanah, kewangan, insurans, logistik dan perunding undang-undang diperkembangkan agar struktur ekonomi menjadi lebih rasional.

Bandar Wuzhong merupakan di antara bandar yang mempunyai kadar penduduk etnik Hui tertinggi di seluruh negara. Oleh itu, ciri kebudayaan, agama dan etnik amat ketara di Wuzhong. Pada tahun-tahun kebelakangan ini, industri pengeluaran makanan halal dan barang keperluan orang Islam berkembang pesat. Perusahaan di Wuzhong memiliki keistimewaan ini dan secara aktif mengembangkan pengeluaran dan perkilangan makanan halal serta barang keperluan orang Islam. Melalui usaha yang bersungguh-sungguh, Wuzhong telah berjaya menjadi kawasan pengeluaran makanan halal dan barang keperluan orang Islam yang berpengaruh besar di seluruh China bahkan di arena antarabangsa.

Selain itu, kebudayaan Islam etnik Hui juga menjadi sumber kebudayaan yang istimewa bandar Wuzhong sehingga ia mendapat reputasi "Kampung Etnik Hui" yang terkemuka.

Pada tahun 2007, kumpulan pimpinan pembangunan industri makanan halal dan barang keperluan orang Islam ditubuhkan di Wuzhong. Mereka mengemukakan permohonan untuk membangunkan Wuzhong sebagai empat pangkalan di peringkat negara, iaitu "pangkalan makanan halal China", "pangkalan industri barang keperluan orang Islam dan makanan halal China", "kampung kebudayaan seni bina etnik Hui China" dan "kampung makanan halal yang enak di China". Sehubungan itu, jenama "Wuzhong" sebagai "Kampung Etnik Hui China" mula diketahui di seluruh negara malah di seluruh dunia. Di samping itu, kerajaan pusat juga memberi lebih banyak sokongan dari segi kewangan dan dasar untuk menggalakkan pertumbuhan ekonomi Wuzhong.

Wuzhong kaya dengan tumbuh-tumbuhan dan binatang ternakan. Beras, sayur-sayuran, daging lembu dan kembing, semuanya merupakan bahan yang bermutu dalam penghasilan makanan halal. Selain itu, terdapat pelbagai jenis makanan ringan halal yang istimewa di Wuzhong telah mendapat sambutan baik. Kini, kawasan perniagaan makanan halal dan barang keperluan orang Islam sedang dibina di bandar Wuzhong. Lebih ramai pelancong tertarik untuk datang ke Wuzhong bagi mendekati dan menghayati kebudayaan etnik Hui yang beragama Islam di China.

Walaupun pertumbuhan ekonomi Wuzhong semakin berkembang maju dengan taraf kehidupan penduduknya yang semakin meningkat serta persekitaran penghidupan mengalami perubahan yang besar, namun Wuzhong masih mempunyai perbezaan yang ketara dengan kawasan-kawasan lain terutama bahagian tenggara China. Oleh itu, langkah yang lebih kukuh dan berkesan perlu dilaksanakan bagi menyelesaikan masalah sedia ada pertumbuhan ekonomi sehingga wujud mekanisme yang selaras dengan keperluan pertumbuhan ekonomi, kestabilan sosial dan keistimewaan kebudayaan sendiri di kawasan kediaman pelbagai etnik.CRI/-

Selasa, 5 Januari 2010

Sepuluh Yang Akan Menentukan Amerika Di Tahun 2010

Inilah sepuluh orang yang diprediksikan akan menentukan wajah politik Amerika Serikat di tahun 2010, setelah kiprahnya di tahun 2009. Dan ala kuli hal, kecuali Sarah Palin yang "hanya" mempunyai akar Yahudi yang jauh, semuanya merupakan keturunan Yahudi. Siapa saja mereka?

10. Charles Djou

Charles Kong Djou adalah seorang politikus Partai Republik dari Negara Bagian Hawaii. Dia saat ini bertugas sebagai Dewan Kota Honolulu untuk kedua kalinya, di mana dia mewakili Distrik 4 (Waikiki ke Hawaii Kai). Ia pertama kali dipilih pada tahun 2002, dan terpilih kembali pada tahun 2006. Dia sebelumnya menjabat sebagai anggota DPR Hawaii 2000-2002, di mana ia menjabat sebagai Minority Floor Leader. Di Dewan Kota, Djou menjabat sebagai Ketua Komite Urusan Inter-Governmental, Wakil Ketua Komite Transportasi dan merupakan anggota Matters Eksekutif, dan Komite Kesehatan, Keselamatan & Kesejahteraan Masyarakat.

9. Erick Erickson

Pada tahun 2009, blog Erickson menjadi sumber kunci untuk konservatif Republik. Beberapa dari mereka, seperti Senator Jim DeMint (RS.C.), memberikan situs berita eksklusif. Erickson menjalankan blog dari rumahnya di negara bagian Georgia. Blognya saat ini sangat memengaruhi perjalanan Partai Republik.

8. Chris Chocola

Joseph Christopher "Chris" Chocola (lahir 24 Februari, 1962) adalah presiden Klub Growth, sebuah organisasi politik konservatif fiskal yang mendukung pajak rendah dan terbatas. Chocola adalah anggota Partai Republik dari Indiana. Ia dikalahkan pada tahun 2006 oleh Joe Donnelly.

7. Allen West

West diberhentikan tidak hormat dari militer AS karena menembakkan senjatanya di sebelah kepala seorang tawanan di Irak dengan cepat muncul di Fox News dan acaran bincang-bincang untuk membuat kasus yang agresif terhadap liberalisme. Dia adalah orang pertama kandidat Partai Republik, yang menyebut pembantaian Fort Hood sebagai "tindakan terorisme."

6. Sarah Palin

Bisa dibilang, selama 2009, dia menjadi orang penting. Pada tahun 2010, Palin akan menyelesaikan transisi dari perjuangan seorang gubernur negara yang tidak jelas, untuk menjadi cendekiawan dan aktivis konservatif yang total. Setiap kata-katanya di Tweetter dan Facebook akan menjadi obsesi korps pers politik.

5. Rand Paul

Putra Rep Ron Paul (Texas) yang berkampanye lewat akar rumput yang diberlakukan awal tahun 2009, sebuah jaringan penggalangan dana nasional dan anti kemapanan akan mempromosikan dengan brilian tentang Paulus yang lebih muda, setidaknya akan memaksa Partai Republik di negara bagian itu lebih condong ke libertarian kanan. Paul berdiri untuk menjadi seorang yang blak-blakan.

4. Tucker Carlson

Bernama lengkap Swanson McNear Tucker Carlson (lahir 16 Mei 1969). Ia adalah seorang koresponden berita politik Amerika dan komentator untuk Fox News Channel. Dia adalah anggota senior dari Cato Institute. Carlson sebelumnya menjabat sebagai pembawa acara CNN Crossfire dan MSNBC's Tucker.

3. Sean Duffy

Sean Duffy adalah jaksa dari Ashland County, Wisconsin, mantan anggota The Real World: Boston. Ia mengumumkan pada 8 Juli 2009 bahwa ia menjalankanKongres di Wisconsin yang ketujuh kalinya meliputi semua distrik.

2. Tim Pawlenty

Timothy James "Tim" "T-Paw" Pawlenty (lahir 27 November, 1960) adalah gubernur Minnesota saat ini sekaligus yang ke-39. Dalam pemilihan gubernur Minnesota tahun 2002 ia terpilih sebagai Gubernur dan diresmikan pada tanggal 6 Januari 2003. Dia terpilih kembali pada tahun 2006. Pada tanggal 2 Juni 2009, Pawlenty mengumumkan bahwa dia tidak akan ikut dalam pemilihan untuk masa jabatan ketiga.

1. Marco Rubio

Marco Rubio (lahir 28 Mei 1971, Miami, Florida) adalah Ketua DPR Florida selama tahun 2007 dan 2008. Ia pertama kali dipilih pada 25 Januari 2000, dari 111 distrik. Dia adalah seorang calon untuk kursi Senat Amerika Serikat yang saat ini dipegang oleh George Lemieux.


Isnin, 4 Januari 2010

Bangunan tertinggi di dunia.


PENDUDUK sekitar Emiriah Arab Bersatu (UAE) berjalan melepasi bangunan tertinggi dunia dikenali Burj Dubai, yang turut dilengkapi masjid tertinggi. Ia membabitkan 169 tingkat dengan kolam renang tertinggi di dunia pada tingkat 76 dan masjid di tingkat 158. Burj Dubai yang dibangunkan dengan kos RM2.7 bilion akan dirasmikan malam ini. - Foto AFP
Dicatat oleh DRS. KHALIL IDHAM LIM di 6:35 PM

Dr. Raghib Al-Sirjani Pemenang Nobel Mubarak 2009 Bidang Penelitian Keislaman

Tahun 2009 akan segera berlalu. Di tahun ini, Mesir mencatat sosok fenomenal pada bidang Al-Dirâsah Al-Islâmiah (Penelitian Keislaman). Walau ia seorang dokter urologi, namun karena semangat memperjuangkan Islamnya tinggi, ia juga merupakan seorang yang hafal Al-Quran, pakar sejarah, dan dai internasional yang telah berkontribusi besar bagi dunia Islam. Ia adalah Dr. Raghib Al-Sirjani.

Di antara sekian banyak ulama Mesir, Dr. Raghib Al-Sirjani berhak meraih Penghargaan Mubarak (presiden Mesir) bidang Al-Dirâsah Al-Islâmiah, untuk tahun 2009. Penghargaan ini ia raih setelah menulis buku berjudul, "Mâzâ Qaddamal Muslimûna lil ‘Alam" (Apa yang Telah Diberikan Umat Islam untuk Dunia; Kontribusi Umat Islam dalam Membangun Peradaban Manusia).

Buku ini dua jilid dengan tebal 847 halaman. Negara Mesir mempersembahkan penghargaan melalui perantara Kementrian Waqaf pada Rabu 26 Ramadan 1430 H, bertepatan dengan 16 September 2009.

Dr. Raghib Al-Sirjani adalah seorang dai internasional yang kaset dan CD-nya memperkaya khazanah Islam, sekaligus penulis produktif yang buku-bukunya memenuhi perpustakaan Islam. Beberapa bukunya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang mendapat sambutan hangat, seperti buku best seller Misteri di Balik Shalat Subuh. Bukunya yang memenangkan penghargaan internasional tahun 2007 dalam memaparkan Nabi Sang Penyayang juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Dr. Raghib Al-Sirjani salah satu dai yang sangat peduli dunia Islam, khususnya Palestina. Hingga saat ini, analisa segar dan tajam beliau terkait dunia Islam masih bisa terus diikuti melalui situs www.islamstory.com.

Khusus Palestina, hingga kini beliau mengisi materi di dua channel TV; pertama, Channel Al-Quds dengan materi bersambung Fathu Filasthin (Pembebasan Palestina) setiap hari Jumat. Kedua, Channel Al-Risalah dengan materi Khattuzzaman; Qishshah Filastîn (Garis Masa; Kisah Palestina) pada hari Senin, yang disiar ulang setiap Selasa dan Sabtu.

Buku Pemenang Nobel Mubarak

Dalam buku Mâzâ Qaddamal Muslimûna lil ‘Alam, Dr. Raghib mendefinisikan "Peradaban adalah kemampuan manusia dalam menjalin hubungan baik dengan Tuhannya, dengan sesama manusia, dan dengan alam beserta seluruh kekayaannya."

Dr. Raghib menulis buku ini sebagai persembahan untuk peradaban Islam. Sebuah peradaban mengagumkan yang telah menguras perhatian para peneliti objektif dari Barat. Ia menulis, "Kemajuan manusia dalam berbagai bidang saat ini sama sekali tak terlepas dari kontribusi besar umat Islam dan peradabannya."

Yang membuat buku ini istimewa adalah, pemaparannya ilmiah, realistis, dan seluruh persembahan umat Islam baik keilmuan maupun peradaban beliau paparkan dengan penuh data-data dan argumentasi yang tak terbantahkan.

Dr. Raghib juga memastikan bahwa, "Karakteristik peradaban Islam yang istimewa sama sekali tidak ada tandingannya dengan seluruh peradaban lain di dunia. Ketika wajah dunia mulai dihiasi kerusakan karena neraca pemahaman dan keyakinan telah terbalik, maka peradaban Islamlah sebagai solusinya."

Setelah memaparkan kegemilangan peradaban Islam yang menjadi titik perubahan peradaban di seluruh dunia, di akhir buku peraih Penghargaan Bidang Dirasah Islamiah ini Dr. Raghib bertanya, "Apa yang akan kita lakukan setelah mengetahui semua ini?"

Sepenggal pertanyaan yang menyeru setiap umat Islam untuk mengerahkan seluruh kekuatannya, sehingga mampu membangun peradaban impian yang membawa rahmat bagi semesata alam. (Sn/ist/ak/)

Ahad, 3 Januari 2010

AL-QURAN SEBAGAI PEMBELA DI HARI AKHIRAT

Sal AmAbu Umamah r.a. berkata : "Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Quran, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Quran." Telah bersabda Rasulullah S.A.W : “Belajarlah kamu akan Al-Quran, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya."Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, " Kenalkah kamu kepadaku?" Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : "Siapakah kamu?" Maka berkata Al-Quran : "Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari."Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Quran itu : "Adakah kamu Al-Quran?" Lalu Al-Quran mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah S.W.T. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.Pada kedua ayah dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : "Dari manakah kami memperolehi ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?"Lalu dijawab : "Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari Al-Quran."DISEDIAKAN OLEH:USTAZ IBRAHIM BIN ZAKARIA

Hukum Memberi Salam dan Menjawab Salam Orang Bukan Islam


Oleh: al-Ustaz Mohd Khairuddin Aman Razali at-Takiri
Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadis daripada Abi Hurairah bahawa Rasulullah saw bersabda:لا تبدأوا اليهود ولا النصارى بالسلام فإذا لقيتم أحدهم في طريق فاضطروه إلى أضيقهMaksudnya: “Janganlah kamu mulakan orang-orang Yahudi dan juga orang Nasrani dengan salam. Justeru itu, sekiranya kamu menemui seseorang mereka di jalan tolaklah mereka ke jalan yang paling sempit.Ulama berbeza pendapat dalam menyelusuri fiqh (kefahaman) hadis ini.

Kebanyakan mereka memutuskan bahawa haram memulakan ucapan salam kepada mereka. Sebahagian pula berkata ianya tidak haram tetapi makruh.Seorang fuqaha iaitu Abu Sa`ad berpendapat, sekiranya seorang muslim ingin memberi ucapan hormat kepada bukan Islam dia boleh melakukannya dengan lafaz yang lain daripada lafaz salam. Contohnya dengan menyebut: (هداك الله ) maksudnya moga Allah memberi hidayah kepada kamu atau (أنعم الله صباحك) maksudnya moga Allah memberi anugerah di waktu pagimu ini.

Imam Nawawi menyetujui pendapat ini tetapi dengan tambahan: sekiranya ianya diperlu. Antara contoh ucapannya bagi Imam Nawawi ialah ucapan selamat pagi, pagi yang bahagia, pagi yang baik, moga Allah kurniakan kamu dengan kebahagian di waktu pagi, atau nikmat di waktu pagi dan seumpamanya. Sekiranya tidak perlu maka pilihannya ialah jangan mengucapkan apa-apa. (Nawawi, al-Azkar, Dar al-Khayr, hlm. 311)

Pandangan ini bagi saya sesuai diamalkan oleh umat Islam di Malaysia pada hari ini. Mereka boleh menyatakan selamat pagi kepada bukan Islam tanda penghormatan, atau berdoa moga Allah bagi hidayah atau seumpamanya. Ucapan-ucapan ini boleh mendekatkan mereka dengan bukan Islam sebagai satu pendekatan dakwah.Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadis daripada Anas bin Malik katanya, Rasulullah saw bersabda:إذا سلم عليكم أهل الكتاب فقولوا وعليكمMaksudnya: “Apabila kamu diberi salam oleh ahli Kitab, jawablah “wa`alaikum”.

Imam Bukhari pula meriwayatkan daripada Ibn `Umar –radiyallahu `anhuma- katanya; Rasulullah saw bersabda:إذا سلم عليكم اليهود فإنما يقول أحدهم السام عليك فقل وعليكMaksudnya: “Apabila kamu diberi salam oleh Yahudi, mereka hanya menyatakan Assaamu `alaikum (mampuslah kamu), maka jawablah: wa `alaik (dan ke atas kamu juga).Daripada kedua-dua hadis diatas para fuqaha mengambil hukum apabila seorang muslim diberi salam oleh bukan Islam, jawapan yang diberi ialah wa `alaik atau wa `alaikum (dan ke atas kamu juga).

Imam Mawardi menghikayatkan satu wajah di kalangan ashab Syafie iaitu harus memulakan salam kepada bukan Islam dengan menyebut Assalamu `Alaik sahaja bukannya Assalamu `Alaikum. Begitu juga boleh menjawab salam mereka dengan Wa `Alaikum Salam, tapi tidak menyebut warahmatullah. Imam Nawawi menegaskan bahawa kedua-dua pendapat ini adalah janggal dan ditolak. (Nawawi, al-Azkar, Dar al-Khayr, hlm. 311)

Kesimpulan perbahasan di atas ialah ucapan salam adalah ucapan khusus untuk umat islam. Justeru, untuk bukan Islam tidak perlu digunakan lafaz salam tetapi boleh digunakan lafaz-lafaz penghormatan yang lain.
Dicatat oleh DRS. KHALIL IDHAM LIM