Kami AJK surau al-Ridzuan Taman Dawani mengambil kesempatan untuk mengucapkan selamat menunaikan ibadah haji kepada HJ MALIK & ISTERI serta EN KASMAN & ISTERI bersama 28,000 jemaah haji Malaysia pada tahun ini yang akan melaksanakan ibadah tersebut di tanah suci Mekah.
Alhamdulillah, kumpulan seramai 16,082 jemaah haji ini telah berlepas ke tanah suci Mekah al Munawwarah. Bila tengok depa ni pegi, teringat masa kita dok pegi dulu. Suasana tak banyak berubah. Perasaan tenang dan bahagia sangat, nak mengunjungi bumi anbiya’.
Apa pun dalam keadaan sekarang, kami berdoa moga semua jemaah haji kita sentiasa menjaga kebersihan dan kesihatan depa dan semoga sentiasa mendapat perlindungan dari Allah SWT, moga-moga jemaah tu semua dijauhi dari sebarang musibah dan penyakit, terutamanya wabak H1N1.
Kita juga bersyukur, yang kerajaan sudah mengambil langkah awai dengan memberi suntikan tambahan influenza bermusim seperti yang telah diwajibkan oleh kerajaan Arab Saudi.
Semoga semua jemaah haji kita tabah dan banyak bersabaq dalam melaksanakan ibadah haji dan semoga depa semua dikurniakan dengan haji yang mabrur, insya-Allah.AMIN YA RABBAL ALAMIN
Israel hari Rabu kemarin (3/11) mengatakan bahwa mereka menangguhkan kerjasama dengan UNESCO sebagai bentuk protes atas pengakuan UNESCO terhadap masjid Bilal bin Rabah di Tepi Barat, yang oleh Israel situs tersebut merupakan makam tokoh yang ada dikitab suci, Rachel.
Wakil Menlu Israel Minter Dany Ayalon mengatakan kepada Knesset, parlemen Israel, bahwa organisasi kebudayaan PBB harus menarik "pengakuan" mereka atas situs suci itu sebagai masjid sebelum Israel melanjutkan kerjasama dengan UNESCO.
Israel menuduh UNESCO telah secara membabi buta mengadopsi terminologi Palestina modern dan politik Arab untuk menggambarkan situs tersebut - yang sampai pertengahan 1990-an telah dikenal oleh orang-orang Yahudi dan Muslim hanya sebagai "Rachel's Tomb" - sebagai masjid Bilal bin Rabah.
Pernyataan itu, yang dilaporkan oleh radio militer Israel mengutip pernyataan Ayalon mengatakan, bahwa pengakuan UNESCO kontraproduktif untuk tercapainya perdamaian dan pengertian di antara kedua bangsa.
Dalam sesi dua tahunan pada akhir Oktober, dewan UNESCO mengadopsi lima proposal yang diprakarsai oleh negara-negara anggota Arab tentang tempat-tempat suci di Yerusalem Timur dan Tepi Barat.
Salah satunya adalah Rachel's Tomb di luar kota Tepi Barat selatan Betlehem.
Mengacu dalam pernyataan kepada struktur keduanya, masjid Bilal bin Rabah/ Rachel 's Tomb," dewan UNESCO melakukan pemungutan suara dengan skor 44-1, dengan 12 abstain, untuk menegaskan kembali situs itu merupakan bagian integral dari wilayah Palestina yang diduduki dan setiap tindakan unilateral oleh otoritas Israel dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional.
Sebelumnya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu awal tahun ini memicu kemarahan dunia Arab ketika ia memasukkan tempat-tempat suci di wilayah yang diduduki dalam daftar warisan nasional budaya Israel dan Yahudi.
Dan Rachel's Tomb ada di daftar itu, sehingga mendorong negara anggota Liga Arab, termasuk Yordania, untuk mendorong keputusan dewan eksekutif UNESCO.
Israel mempertahankan kepemilikan mereka atas Rachel's Tomb yang secara tradisional disebut juga oleh umat Muslim sebagai "Qubat Rachel" dalam bahasa Arab, meskipun kompleks situs ini juga termasuk sebuah tempat ibadah umat Muslim dan berdekatan dengan sebuah kuburan Muslim.
Israel menuduh bahwa nama masjid "Bilal bin Rabah" muncul dan mulai digunakan menyusul adanya kerusuhan Arab-Israel pada tahun 1996 dan diciptakan oleh orang Palestina untuk alasan politik. (fq/mna)
Gubernur Makkah Pangeran Khaled Al-Faisal berharap musim haji tahun ini tidak ada lagi jamaah haji yang terlantar dan bergerombol di tempat-tempat umum setelah pemerintah Saudi memperbaiki sejumlah kebijakan haji, termasuk kebijakan izin haji. Ia juga mengatakan bahwa pemerintah Saudi sudah melakukan antisipasi terjadinya banjir--seperti yang terjadi pada musim haji tahun lalu--agar para jamaah haji bisa melaksanakan ibadah hajinya dengan aman dan nyaman.
Gubernur Makkah mengungkapkan hal tersebut saat melakukan inspeksi ke terminal haji Bandara King Abdul Aziz di Jeddah. Pangeran Al-Faisal bersama Gubernur Jeddah, Pangeran Mishaal bin Majid serta Menteri Urusan Haji Fuad Al-Farsy meninjau langsung pelayanan Bandara terhadap para jamaah haji. Saat ini, jumlah jamaah haji dari seluruh dunia yang sudah tiba di tanah suci melalui Bandara di Jeddah dan Madinah sudah mencapai 1,5 juta orang lebih.
Menurut Pangeran Faisal, untuk mengantisipasi terjadinya banjir, pihaknya sudah menyiagakan aparat dari kesatuan Pertahanan Sipil dan lembaga-lembaga terkait lainnya yang berkaitan dengan kelancaran dan pelaksanaan ibadah haji. Selain itu, kantor gubernur Makkah juga membentuk unit baru yang bertugas untuk mencegah terjadinya pemalsuan paspor di terminal-terminal kedatangan jamaah haji.
Selama musim haji, Otoritas Penerbangan Sipil Saudi sudah membuat rencana operasi penangangan jamaah haji sampai pelaksanaan ibadah haji selesai dan seluruh jamaah pulang kembali ke negara masing-masing. Menurut Presiden Otoritas, Abdullah Rehaimi, terminal haji yang mencakup tempat seluas 90.000 meter per segi mampu menerima sekitar 3.800 jamaah haji tiap jamnya.
Setelah melakukan inspeksi ke terminal haji di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Gubernur Makkah juga melakukan pemantauan ke Pelabuhan Jeddah dan menyambuh jamaah haji asal Sudan yang datang dengan kapal laut.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Saudi Dr. Abdullah Al-Rabeeah menggelar pertemuan dengan seluruh kepala departemen kesehatan Saudi. Pertemuan yang berlangsung di Riyadh itu membahas tentang kordinasi pelayanan kesehatan, karena banyak departemen pemerintahan yang menawarkan bantuan layanan kesehatan bagi para tamu Allah. Pertemuan itu juga membahas antisipasi penyakit menular selama musim haji. (ln/AN)
Soalan :Dr Asri, selamat hari raya, walaupun banyak hari lagi. Soalan, biasanya setiap pagi hariraya saya dan keluarga akan ke kubur arwah ibu kami. Hubungan kami dahulu amat rapat. Apabila di kubur, saya akan cuba ingat memori lama dengan ibu dan saya akan menangis sepuasnya. Saya ceritakan perkara ini kepada kawan sepejabat saya. Dia kata tak baik bersedih pada hari raya. Dia pun ada mention nasihat Dr Asri supaya jangan sedih pada hari raya. Saya sudah lama terbiasa sedih pada hari raya. Rasanya kosong pula kalau tidak menangis pada hari raya. Boleh Dr Asri jelaskan sedikit panduan hari raya?
Ina, Johor
Jawapan Dr MAZA : Saudari Ina yang dihormati. Saya percaya saudari seorang yang sentiasa ingin mencari redha Allah dan RasulNYA, sebab itu saudari ingin memastikan hariraya saudari mengikut panduan yang betul. Saudari hariraya adalah hari yang dikhususkan kepada kita untuk bergembira, bukan untuk bersedih. Banyak perkara jika hendak disebutkan mengenai hari raya, namun dalam ruang yang terbatas ini saya jawab persoalan saudari seperti berikut:
1. Hari raya adalah hari membesarkan Allah dan bersyukur atas kurniaanNya. Kita bertakbir tanda kemenangan, bukan tanda kesedihan. Irama takbir ala melayu agak sedih. Jika kita dengar takbir yang dilaung di dunia Islam yang lain, khususnya di dunia Arab, kita akan tahu irama takbir mereka lebih bersemangat dan lebih mendekati perasaan kemenangan. Firman Allah:
“..dan juga supaya kamu cukupkan bilangan puasa (sebulan Ramadan), dan supaya kamu membesarkan Allah kerana mendapat petunjukNya, dan supaya kamu bersyukur”. (Surah al-Baqarah: 185).
Ayat ini menjelaskan tentang kedatangan hari raya sebagai tanda syukur atas nikmat kurniaan Allah. Maka kita disuruh bertakbir membesarkan Allah pada hari raya. Ini semua menzahirkan kejayaan dan kegembiraan.
2. Hari raya bukan hari menzahirkan suasana sedih, sebaliknya hari raya menzahirkan suasana kekuatan, kegembiraan dan perpaduan umat Islam. Kata Ummu Atiyyah r.aha:
“Rasulullah s.a.w memerintahkan kami (kaum wanita) keluar pada hari raya fitri dan adha; termasuk para gadis, wanita haid, anak dara sunti. Adapun mereka yang haid tidak menunaikan solat tetapi menyertai kebaikan dan seruan kaum muslimin” (Riwayat al-Bukhari).
Suasana sebegini menimbulkan perpaduan, kekuatan dan kegembiraan. Wanita haid pun ke suruh untuk keluar ke tempat solat, sekalipun bukan untuk solat tetapi untuk menyertai suasana kemeriahan kaum muslimin.
3. Justeru itu, Nabi s.a.w bersolat di tempat lapang atau musolla (tempat solat). Baginda tidak bersolat di masjid baginda, sekalipun masjid Nabi sangat mulia. Ini bagi menzahirkan suasana gembira dan menggambarkan kepada masyarakat kekuatan umat Islam. Kata Abu Sa’id al-Khudri:
“Rasulullah s.a.w itu pada Hariraya Fitri dan Adha keluar ke musolla. Perkara pertama yang dilakukannya adalah solat” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).
Kata al-Hafizd Ibn Hajar al-‘Asqalani dalam Fath al-Bari:
“Musollah itu tempatnya diketahui di Madinah, di mana antaranya dan masjid sejauh seribu hasta”.
Maka afdal solat di tempat lapang untuk lebih menzahir suasana tersebut. Melainkan tempat lapang sukar didapati, atau hujan atau memberikan kesusahan yang lain kepada orangramai. Al-Imam al-Nawawi (wafat 676H) ketika mensyarahkan hadis Nabi s.a.w bersolat di tempat lapang itu menyebut:
“Hadis ini menjadi dalil untuk mereka yang berpendapat disunatkan keluar bersolat hari raya di musolla. Ia lebih afdal dari ditunaikan di masjid. Inilah amalan orangramai di pelbagai negara. Adapun orang Mekah, mereka sejak dahulu bersolat di masjid (al-Masjid al-Haram)”. (al-Nawawi, Syarh Sahih Muslim, 6/483. Beirut: Dar al-Khair).
4. Betapa suasana kegembiraan digalakkan pada hari raya, maka Nabi s.a.w mengizinkan atau menggalakkan hiburan seperti nyanyian, pertunjukan dan sukaria yang lain selagi tidak melanggar syariat. Dalam hadis daripada isteri Rasulullah s.a.w Ummul Mukminin ‘Aishah r.aha:
bahawa pada hari raya Fitri atau Adha, Abu Bakr masuk ke rumahnya (rumah ‘Aishah) dan Nabi s.a.w berada di sisinya. Ketika itu ada dua orang gadis sedang menyanyi mengenai kebanggaan Ansar pada Hari Bu‘ath (peperangan antara Aus dan Khazraj). Abu Bakr berkata: “Suara syaitan” (sebanyak dua kali). Nabi s.a.w bersabda: “Biarkan mereka wahai Abu Bakr! Setiap kaum ada hari raya dan sesungguh hari ini adalah hari raya kita” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).
Dalam riwayat Muslim yang lain menyatakan mereka memukul gendang sebagai alatan muzik iringan nyanyian mereka. Banyak hadis lain menunjukkan keizinan atau galakan hiburan pada hari-hari kegembiraan seperti hari raya, hari perkahwinan dan seumpamanya. Maka, dendangan lagu hari raya yang menimbulkan suasana kegembiraan adalah digalakkan. Adapun lagu-lagu yang menimbulkan kesedihan ia bertentangan dengan konsep hari raya dalam Islam.
5. Kata Ummul Mukminin ‘Aishah r.ha:
“Pada hari raya orang Sudan membuat pertunjukan permainan perisai dan lembing. Aku tidak pasti sama ada aku yang meminta, atau baginda yang berkata: “Apakah engkau ingin menontonnya?” Jawabku: “Ya”. Lalu baginda menjadikan aku berada belakangnya, pipiku menyentuh pipinya sambil baginda berkata: “Teruskan wahai Bani Arfidah (orang-orang Sudan)”. Sehinggalah aku jemu. Kemudian baginda berkata kepadaku: “Sudah cukupkah (jemukah)?”. Jawabku: “Ya”. Kata baginda: “Kalau begitu, pergilah”. (Riwayat al-Bukhari).
Hadis ini menunjukkan apa-apa pertunjukan, permainan atau gurau senda yang tidak melanggar syariat adalah digalakkan pada hari raya. Bukan satu kecacatan untuk orang yang kuat agama menyertainya, kerana Nabi s.a.w sendiri menonton pertunjukan pada hari raya.
6. Maka, jika berdasarkan kepada hadis-hadis di atas, hiburan kanak-kanak atau dewasa pada hari raya seperti permainan bunga api atau selainnya adalah tidak menyalahi syariat, bahkan digalakkan jika dapat menimbulkan kegembiraan. Begitu juga jamuan pada hari raya, duit raya, hadiah raya dan apa sahaja yang boleh menimbulkan suasana gembira. Namun kesemuanya hendaklah dipastikan dengan kadarnya yang tidak melampaui hukum-hakam syarak.
7. Menziarahi kubur itu pada asalnya disunatkan pada bila-bila masa bagi mengingatkan kita pada hari akhirat. Sabda Nabi s.a.w:
“Aku dahulu melarang kamu menziarahi kubur, namun ziarahi sekarang kerana ia boleh mengingatkan kamu pada hari akhirat” (Riwayat Muslim).
Pada peringkat awal Nabi s.a.w melarang kerana bimbang kesan jahiliah dahulu masih mempengaruhi masyarakat. Apabila kefahaman Islam sudah kukuh, baginda mengizinkan kerana ia membantu mengingatkan hari akhirat. Ertinya, jika sesiapa yang apabila ke kubur akan terpengaruh dengan amalan khurafat, maka mereka ia sepatutnya mengelakkan diri dari menziarahi kubur. Jika ia menyebabkan mengingatkan hari akhirat, maka ia digalakkan.
8. Walaupun menziarahi kubur itu pada asalnya sunat, namun baginda Nabi s.a.w tidak pernah mengkhususkan supaya diziarahi khubur pada hari raya. Perbuatan mengkhususkan hari raya sebagai hari ziarah kubur tidak bersumberkan dari ajaran Nabi s.a.w. Apatahlagi dengan pelbagai upacara yang menyanggahi sunnah Nabi s.a.w yang diadakan oleh sesetengah masyarakat di kubur pada hari raya. Bahkan, jika kita melihat kepada konsep hari raya yang diterangkan, maka perbuatan bersedihan di kubur adalah menyanggahi tujuan hari raya.
9. Pada hariraya disunatkan mandi, berwangian, berpakaian cantik dan berjumpa orang ramai. Dalam hadis Jabir r.a berkata:
“Rasulullah pada hari raya mengambil jalan yang berbeza” (Riwayat al-Bukhari).
Maksudnya, jalan pergi ke tempat dan pulang yang berbeza. Kemungkinan antara hikmahnya untuk berjumpa orang ramai. Maka, berjumpa orang ramai pada hari raya adalah digalakkan dan itu patut menjadi tumpuan, bukan pergi menemui yang telah meninggal dan bersedih di kubur.
10. Pertemuan pada hariraya bukan untuk mencurahkan airmata, tetapi untuk mengucapkan ucapan kejayaan. Para sahabah apabila bertemu pada hari raya mengucapkan TaqabbalaLlah minna wa minka (semoga Allah menerima amalan kami dan kamu)” (lihat: al-Albani, Tamam al-Minnah 354-356). Ucapan-ucapan lain tidak salah selagi mengandungi maksud yang baik dan bukan membawa kepada kesedihan dan kedukaan.
11. Maka, jadikanlah hariraya sebagai hari kegembiraan dan kesyukuran, bukan hari kesedihan.
Pelbagai peristiwa besar telah berlaku di bulan Syawal. Kami akan bicarakan sebahagiannya sebagai langkah untuk mengenali sejarah kita dan membongkar sedikit daripada tamadun kita pada masa umat Islam jahil tentang sejarah dan tamadun dunia. Di antara peristiwa tersebut ialah:
Perang Khandak (Ghazwah Ahzab)
Pada tahun kelima Hijrah di bulan Syawal berlaku Perang Khandak. Faktornya berlaku Perang Khandak ialah orang-orang Yahudi setelah melihat kemenangan Musyrikin di dalam Perang Uhud mendorong pembesar Yahudi seperti Salam bin Ubai al-Haqiq dan lainnya telah keluar menemui pemimpin Quraisy di Mekah menggalakkan mereka untuk memerangi Rasulullah dan berjanji bersama mereka dan menolong mereka. Lalu musyrikin Mekah menyahut tawaran mereka. Kemudian mereka keluar menemui Ghatfan dan mereka turut menyahutnya. Kemudian mereka menemui kabilah-kabilah Arab dan mengajak mereka berperang. Setengah dari mereka bersetuju berperang.
Tentera Quraisy dipimpin oleh Abu Sufyan bersama 4000 tentera dan disertai oleh Bani Sulaim, Bani Asad,Bani Fazarah, Bani Asyja’ dan lainnya sehingga jumlah tentera musyrikin seramai 10,000 orang.
Justeru Rasulullah telah bermesyauarat dengan para sahabat bagi menghadapi situasi ini. Lalu Salman al-Farisi telah mencadangkan supaya menggali parit yang memisahkan antara musuh dan kota Madinah. Dengan itu Rasulullah saw telah memerintahkan kaum muslimin segera melakukan kerja-kerja penggalian. Bahkan baginda sendiri turut bekerja keras bersama-sama muslimin . Beberapa peristiwa luar biasa telah belaku semasa penggalian yang menunjukkan tanda kenabian seperti yang diriwayatkan secara mutawatir.
Rasulullah saw telah keluar ke Khandak seramai 3000 orang tentera. Kedudukan tentera Islam ketika itu menjadikan bukit di sebelah belakang dan parit di sebelah depan. Kaum wanita dan anak-anak berkumpul di Madinah.
Selepas sebulan Kota Madinah dikepung tentera musyrikin Allah telah mendatangkan pertolonganNya dengan mengutuskan tentera dan ribut yang menjadi sebab kemenangan yang besar kepada tentera muslimin. Dengan itu juga turun surah al-Al-Ahzab.
Ghazwah Uhud
Ghazwah Uhud adalah peperangan dhamir dan kemenangan ke atas jiwa, tarbiyah kelompok mukmin supaya dengar dan taat arahan pimpinan terutama di saat-saat genting.
Ghazwah Uhud berlaku pada bulan Syawal tahun ketiga Hijrah setelah Musyrikin Mekah hendak menuntut bela di atas kekalahan mereka semasa Ghazwah Badar al-Kubra setelah kedudukan mereka tercemar di serata Semenangjung Arab.
Terbukti dengan jelas di dalam gazwah ini pengorbanan para sahabat dan kecintaan mereka yang mendalam kepada Rasulullah saw.
Tentera muslimin ditimpa kekalahan ekoran pasukan pemanah melanggar arahan nabi saw supaya bertahan di bukit biar apa terjadi. Jumlah muslimin yang syahid seramai 70 orang sahabat.
Ghazwah Hunain
Peperangan ini tercetus pada 7 Syawal tahun ke lapan Hijrah yang tertumpu di Lembah Hunain iaitu suatu lembah bersebelahan Zul Majaz. Jarak dengan Mekah sejauh 27 km yang terletak berdekatan dengan Arafah. Bilangan tentera muslimin seramai 12000 orang yang menggabungkan 10000 dari Madinah dan 2000 dari Mekah.
Kejayaan Islam dalam Fathul Mekah telah mencetuskan kemarahan kabilah-kabilah Arab yang berdekatan Mekah. Lalu mereka bangkit memerangi Islam yang dipelopori Hawazin dan Thaqif. Para pemimpin kabilah-kabilah ini telah berkumpul dan bersetuju menyerahkan kepimpinan kepada Malik bin Auf Said dari kabilah Hawazin. Mereka juga bersetuju berjalan kaki untuk memerangi tentera muslimin.
Segelintir tentera muslimin timbul perasaan “ghurur” setelah melihat jumlah mereka lebih ramai dari sebelumnya dan kedudukan mereka lebih kuat dari musuh. Dalam hal ini Allah mengungkapkan dalam firmanNya:
“Sesungguhnya Allah Telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (Ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak Karena banyaknya jumlah (mu), Maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu Telah terasa sempit olehmu, Kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai. Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang- orang yang kafir, dan Demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir. (At-Taubah: 25-26)
Dalam suasana berkecamuk akibat diserang hendap musuh yang bersembunyi di balik bukit menyebabkan ramai tentera Islam bertempiaran lari namun terbukti keteguhan dan keberanian nabi saw. Baginda maju ke hadapan.. mendekati barisan kuffar sambil memanggil dengan suara yang kuat: “Saya nabi bukan pendusta saya anak Abdul Mutalib”.
Kemudian datang pertolongan Allah dengan ribut dan tentera yang tidak kelihatan. Inilah kurniaan Allah kepada rasulNya dan para mukminin.
Kelahiran dan kewafatan Raja Adil Nurudin Mahmud Zanki
Menurut Ibn Athir tiada lagi selepas Umar bin abdul Aziz yang lebih adil seperti Raja Nurudin. Dia ialah Raja Adil Nurudin Abu al-Qasim Mahmud bin Raja Imaduddin Zanki raja Syam dan Mesir yang diberi gelaran Raja Adil. Baginda juga digelar dengan syahid kerana bercita-cita mati syahid. Baginda merupakan barisan raja dari keturunan Turki Saljuk yang juga raja yang paling adil, paling berketrampilan dan paling utama di zamannya. Baginda juga pemilik sekolah yang mengeluarkan Solahuddin al-Ayubi dan Zahid Peprus. Baliau lahir pada bulan 17 Syawal tahun 511H di Bandar Halab dan wafat pada 11 Syawal tahun 569H.
Ghazwah Bani Qainuqa’
Ghazwah ini tercetus pada 15 Syawal tahun 2 Hijrah setelah Yahudi Bani Qainuqa’ mengkhianati perjanjian yang telah dimeterai antara Rasulullah bersama mereka. Bahkan mereka dengan segera melanggar perjanjian dan bertambah marah dan iri hati dengan kemenangan muslimin di Badar . Kini secara terangan mereka memusuhi muslimin setelah berlaku satu peristiwa di mana seorang lelaki Yahudi (tukang emas) mengangkat hujung baju seorang wanita Islam di pasar Bani Qainuqa’. Bila wanita itu bangun maka terselaklah auratnya, lalu ia memekik. Seorang lelaki Islam bingkas menyerang lelaki Yahudi itu dan membunuhnya. Kemudian Yahudi-yahudi yang lain pula berkumpul dan menerkam lelaki Islam tadi dan membunuhnya. Lantas orang-orang Islam memanggil muslimin yang lain dan membangkitkan kemarahan muslimin lainnya sehingga berlaku pergaduhan antara orang Islam dan Bani Qainuqa’ . Rasulullah telah mengepung selama 15 malam bermula pada 15 Syawal tahun kedua Hijrah menurut pendapat yang kuat sehingga bulan Zulqaedah. Akhirnya mereka tunduk dengan hukuman dan keputusan Rasulullah saw iaitu seluruh harta, isteri dan anak-anak serta diri mereka hendaklah keluar meninggalkan Madinah. Lalu mereka telah menuju ke Azar’at di Syam. Yahudi Bani Qainuqa’ adalah Yahudi yang pertama menentang nabi saw. Ayat al-Quran telah turun mengecam perbuatan Bani Qainuqa’. Firman Allah:
“Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: "Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka jahannam. dan Itulah tempat yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya Telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang Telah bertemu (bertempur), segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.”. (Ali-Imran: 12-13)
Kewafatan al-Hafiz Abu Daud As-Sajastani Sahib as-Sunan
Beliau ialah Sulaiman bin Al-Asy’as bin Ishaq bin Basyir al-Azdi as-Sajastani seorang al-Hafiz dalam bidang hadith dan pengarang kitab Sunan “Sunan Abu Daud”. Beliau dilahirkan pada tahun 202 Hijrah. Beliau seorang pemaaf, baik hati dan warak. Di antara guru yang beliau hirup ilmu dan mengambil hadith ialah Imam Bukhari. Ada ulamak mengatakan tentangnya: “Lembutnya (berhati-hati) Abu Daud dalam meriwayatkan hadith seakan-akan Nabi Daud melembutkan besi”. Kitab beliau menunjukkan hal ini iaitu seakan-akan “besi”. Menurut al-Hafiz Az-Zahabi: “Imam Abu Daud seorang yang mengetahui selok belok dan keindahan di dalam hadith. Beliau merupakan di antara tokoh fuqaha’ yang pintar, bersahabat dengan Imam Ahmad, mengikuti pengajiannya untuk tempoh lama dan kerap bertanya soalan-soalan yang rencam berkaitan perkara furu’ dan usul.
Imam Abu Daud telah menghimpunkan hadith di dalam kitab Sunannya sebanyak 5274 hadith. Keprihatinan beliau terhadap kitab ini terbukti dengan mengumpulkan hadith-hadith yang sering dijadikan dalil oleh para fuqaha’ dan diulang-ulang di kalangan mereka. Ramai para ulamak dari satu zaman ke zaman yang lain menggunakan himpunan hadith di dalam kitab beliau sebagai sandaran hukum dan menamakan hadith-hadith ini sebagai hadith hukum.
Beliau wafat di Basrah pada hari jumaat 15 Syawal tahun 275H.
Kewafatan Syeikh Muhammad al-Ghazali
Beliau ialah al-Fadhil Prof. Muhammad al-Ghazali bin Ahmad as-Saqa al-Misri. Beliau merupakan seorang pemikir Islam terulung, pendakwah dan penulis. Lahir di daerah Buhairah di Mesir tahun 1335H. Beliau dikenali sebagai al-Ghazali kerana bapanya seorang yang sangat fanatic dengan Imam Ghazali pengarang Ihya’ Ulumuddin.
Beliau telah belajar di Al-Azhar dan menyertai Ikhwan Muslimin, pernah dipenjara dan bekerja sebagai secretariat di Majalah Ad-Dakwah. Beliau telah mengambil jurusan syariah, usuluddin dan pengajian Arab di Univerisiti Al-Azhar dan Universiti Ummul Qura di Mekah. Terlibat dalam perkembangan fakulti Syariah di Universiti Qatar dan menyumbangkan tenaga dalam penubuhan Universiti Amir Abdul Qadir Islamiah di Algeria. Pernah sebagai pemerhati dan wakil bagi Kementerian Hal Ehwal Agama Mesir dan menerima anugerah pingat Raja Faisol kerana sumbangannya kepada Islam.
Beliau seorang berbudi pekerti mulia, sering merendah diri, sopan santun, petah berbicara, menguasai hadith dan kaya dengan ilmu.
Beliau meninggal dunia di Riyadh pada 19 Syawal 1417H dan dikebumikan di perkuburan Baqi’ di Madinah. Beliau telah mengarang lebih 60 judul.
British menjajah Libya
Berlaku pada 11 Syawal 1329H bersamaan 4 Oktober 1911M setelah berakhir penjajahan Itali di Libya. Ia berpunca di atas kelemahan umat Islam di semua tempat kerana dalam masa yang sama Perancis menjajah Tunisia, Algeria dan Morocco sementara British turut menjajah Mesir dan Qubrus. Di sinilah lahirnya tokoh mujahid Umar al-Mukhtar.
Kewafatan Muhammad bin Sirin penulis kitab Tafsir mimpi
Pada 9 Syawal tahun 110H berlaku kewafatan Muhmmad bin Sirin pengarang Kitab al-Ahlam. Beliau dilahirkan pada zaman Khalifah Uthman bin Affan r.a tahun 33H (653M). Beliau dikenali seorang yang zuhud dan warak. Beliau juga seorang pakar hadith yang bijak dan seorang pakar fiqh yang matang. Beliau adalah imam di zamannya dalam bidang ilmu-ilmu agama. Beliau terkenal dalam bidang ilmu, feqh dan ta’bir mimpi. Bapanya dulu adalah budak suruhan Anas bin Malik yang kemudian dimerdekakan. Ibunya bernama Sofiyah yang merupakan budak suruhan Abu Bakar As-Siddiq r.a.
Kelahiran Imam al-Bushairy pengarang Al-Burdah
Beliau ialah Imam Syarafuddin Muhammad al-Bushairy pelopor ayat-ayat pujiaan kepada nabi . Lahir pada 1 Syawal 608H bersamaan 7 Mac 1213M di Mesir di daerah Bani Suef. Beliau memiliki nurani yang halus dan citarasa yang tinggi di dalam pujian kepada nabi.
Beliau pernah bermimpi berjumpa nabi saw yang seolah-olah nabi menghampirinya sambil memakaikan pakaian burdah yang merupakan lambing ketinggian dan kemegahan. Lalu setelah bangun dari tidur beliau begitu riang gembira dan terus mengarang qasidah tentang nabi yang dinamakan Burdah.
Perkahwinan nabi saw dengan Saidatina ‘Aisyah
Perkahwinan ini hasil cadangan Khawlah binti Hakim untuk mengukuhkan hubungan dengan Abu Bakar as-Siddiq dan mengikatnya melalui hubungan musoharah. Lalu nabi telah meminangnya dan melangsungkan pernikahan pada bulan Syawal.
Kewafatan Hassan al-Hudhaibi
Beliau adalah Mursyid Am Ikhwan Muslimin yang kedua. Beliau lahir di daerah Qalyubi pada Disember 1891M. Pada tanggal 17 Oktober 1951 beliau telah dilantik sebagai Mursyid Am Ikhwan Muslimin selepas pengasas dan Mursyid yang pertama Imam Hassan Al-Banna. Di antara karya beliau ialah Duat la Qudhath, Inna Haza al-Qur’an, Islam wa al-Da’iyyah.
Pada subuh khamis 14 Syawal 1393H bersamaan 11 November 1973 beliau menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Diterjemah dari http://www.ikhwanonline.com/Article.asp?ArtID=24558&SecID=363
Hari Raya Eidul Fitri kini menggamit setelah kita selesai menunaikan kewajipan ibadah puasa dengan perasaan gembira yang dirasai oleh orang yang berpuasa, mendirikan solat dan qiam, bertilawah al-Quran, berzikir dan bertasbih, beriktikaf dan mendapatkan Lailatul Qadr. Firman Allah:
“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur..”.(Al-Baqarah: 185)
Tahniah kepada orang-orang yang mendirikan Qiam kerana Allah menyebutkan tentang mereka di dalam firmanNya:
“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang kami berikan”. (As-Sajadah: 16)
Tahniah kepada para mukminin yang disibukkan dengan urusan agama mereka dan kewajipan iman mereka. Mereka meyakini bahwa tanggungjawab membela kebenaran memenuhi pemikiran mereka, kebenaran juga menguasai diri dan kehidupan mereka..Mereka terikat dan bergerak dalam ruang lingkup agama mereka dan kebenaran mengikat kehidupan, kewujudan, masa depan, dunia dan akhirat mereka.
Untuk mencapainya kita dapati mereka mengikat seluruh cita-cita, bakat serta potensi diri mereka kepada kebenaran, mengimbangi perjalanan hidup mereka, meninggikan matlamat dan tujuan murni mereka, menjadikan seluruh keasyikan dan keghairahan mereka untuk berbakti kepada agama mereka dengan segenap kekuatan diri dengan motivasi diri, disiplin dan kesederhanaan hidup dan memiliki semua tuntutan jati diri dalam menghadapi tarikan duniawi, keseronokan dan perhiasannya. Mereka tidak rakus dengan keduniaan, menghambakan diri kepada kebendaan, tertipu dengan keseronokannya dan memuja pangkat dan harta.
Eid Mubarak tiba selepas Ramadhan mengajar kita erti istiqamah dan berperaturan. Kita telah saksikan umat Muhammad telah berkumpul di atas agama Allah dan bersatu di atas ketaatan kepada perintahNya di dalam perkataan, perbuatan..sekalipun berhadapan dengan banyak musuh dan cabarannya.
Eidul Fitri datang selepas kita menyahut seruan Allah dan beramal ibadah keranaNya, kita bersabar dan pasrah dengan kuasa dan kehendakNya dengan mengarahkan kepada kebenaran, menolong agama Islam dan meninggikan panjinya serta menjauhkan diri daripada bentuk-bentuk yang memperdayakan dalam kehidupan yang penuh pancaroba. Eid mestilah sampai kepada makna yang sebenar dan agung iaitu hari di mana ruh keimanan berjalan dan hidup di dalam dunia manusia, khasnya kepada pemerintah di mana Islam mengajak mereka supaya berkerja, berjihad, berkorban dan bangkit memulakan jalan perubahan. Ini kerana umat seluruhnya menjadi sasaran musuh sedangkan musuh sentiasa mengawasi dan mengelilingi umat. Kesudahan perjalanan umat bergantung kepada usaha mengembalikan seluruh umat Islam kepada Allah dan agamaNya.
Inilah hari yang kita rasa bahwa ‘kehausan’ yang menimpa umat Arab dan Islam hanya selesai dengan meminum dari sumber Islam yang penuh kesukaran dan liku-liku, barulah hari ini benar-benar sebagai hari Eid (kembali)..Inilah hari pemimpin dan penguasa Islam percaya tentang peri pentingnya pentarbiyahan peribadi dan pembentukan umat, menyediakan generasi di atas asas yang sahih yang berpaksi di atas manhaj rabbani yang tulin, barulah hari ini benar-benar sebagai hari Eidul Fitri (kembali kepada fitrah).
Ketika setiap kita menghabiskan masa dan tenaga untuk melengkapkan keperluan amal Islami dengan mengutamakan dan bekerja untuknya, dan ketika kita mengagihkan tanggungjwab memikul dakwah ke atas semua orang yang berkelayakan dan menugaskan setiap dari kita melaksanakan pekerjaan untuk kebaikan Islam lebih daripada keperluan dirinya, dan ketika kita mengutamakan pertubuhan Islam mengatasi kepentingan peribadi..barulah hari ini benar-benar sebagai hari Eidul Fitri; di mana kita menyumbangkan seluruh kehidupan untuk meneguhkan Islam dan menyempurnakan perlaksanaannya.
Ketika kita melihat nilai-nilai Islam telah meresap di segenap bidang kehidupan bermasyarakat dan termasuk adab dan tingkah laku pelajar, pekerja, tokoh dan pengundi, dan ketika kebaikan ini sampai kepada pemimpin pelbagai lapisan masyarakat, maka hari ini benar-benar sebagai hari Eidul Fitri.
Ketika perjalanan dakwah kita berterusan sekalipun penuh pancaroba dan kita menggunakan pelbagai kreativiti dan teknik baru demi kebaikan dakwah kita dan bangsa kita, dan kita bersedia mengikuti perkembangan semasa dengan penampilan baru dan sesuai dalam menangani isu dan permasalahn yang dihadapi oleh umat dengan syarat barisan pendakwah masih memelihara pegangan, keteguhan dan keutuhannya dengan pimpinan dan kesediaan untuk berkorban dan menggemblingkan tenaga..maka hari ini benar-benar sebagai hari ‘Eidul Fitri.
Ketika agama Allah menduduki tempat tertinggi sedangkan musuh-musuhNya pula gagal dalam memesongkan dari tugas kita serta mengubah akidah kita, dan ketika pendokong kebatilan menanggung kekecewaan untuk meninggikan kebatilan mereka..barulah kita boleh mengingati erti kemenangan dan ‘Eidul Fitri. Semua urusan adalah milik Allah sama ada sebelum atau selepasnya. Firman Allah:
“Dalam beberapa tahun lagi. bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman. Karena pertolongan Allah. dia menolong siapa yang dikehendakiNya. dan dialah Maha Perkasa lagi Penyayang. (sebagai) janji yang Sebenarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janjinya, tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui”. (Ar-Rum: 4-6)
Terjemahan dari http://www.ikhwanonline.com/Article.asp?ArtID=9356&SecID=363
Departemen agama dan waqaf pemerintahan Hamas di jalur Gaza mengatakan bahwa 117 siswa dari kamp penghafal Quran telah selesai secara penuh menghafal 30 Juz Al-Quran kurang dari sebulan, dan menegaskan bahwa para siswa yang bergabung dalam kamp-kamp penghafal Al-Quran telah memperlihatkan prestasi mereka yang membanggakan.
Direktur yang bertanggung dalam kamp penghafalan Al-Quran ini, Imad Dijni dalam sebuah pernyataan tertulisnya kepada pers yang diterima Pusat Informasi Palestina hari Ahad kemarin (4/7) mengatakan bahwa 40 siswa dari kamp penghafal Al-Quran telah selesai menghafal Al-Quran 30 juz kurang dari sebulan, sementara 77 siswa lainnya menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Quran mereka dalam satu bulan dalam periode yang sama.
"308 siswa lain dari tahap keempat kamp penghafal AL-Quran juga sedang dipersiapkan akan menyelesaikan hafalan 30 juz mereka kurang dari sebulan dan ada 44 siswa yang telah menyelesaikan setengah (15 juz) Al-Quran hanya dalam waktu dua minggu," kata Imad Dijni.
Menteri agama dan waqaf pemerintahan Hamas di Gaza, Dr. Thalib Abu Sya'ar menyatakan sangat senang dengan keberhasilan para siswa kamp penghafalan Al-Quran dan ia menegaskan dalam waktu tidak lama akan kembali hadir ribuan hafizh 30 juz Al-Quran di Gaza. Menteri agama dari Hamas ini juga menyerukan kepada para orang tua untuk mendidik anak-anak mereka agar mencintai Al-Quran, menghafalnya dan mengamalkannya demi untuk kepentingan dunia dan akhirat.(fq/pic)
Hasil laporan diperkirakan jalan-jalan di Arab Saudi pada musim panas tahun ini akan melampaui suhu melebihi 50 derajat celcius di beberapa wilayah.
Atas suhu yang panas tersebut, seorang ulama Saudi Syaikh Abdul Muhsin Ubaikan yang juga penasehat keagamaan kerajaan, mengeluarkan fatwa untuk membolehkan menunda shalat Zhuhur dengan berdalil bahwa Rasulullah dulu pernah memberikan keringanan bagi sahabat untuk menunda shalat Zhuhur kala suhu sedang sangat panas.
Pada surat kabar Al-Wathan Saudi hari Rabu ini (23/6), Obeikan mengatakan bahwa dalam kondisi adanya kenaikan suhu di seluruh wilayah Saudi, maka seruan adzan yang menyerukan untuk shalat ke masjid akan sulit diterapkan di masjid-masjid umum, namun jika masjid tersebut di beberapa lokasi tertentu mudah dijangkau dan dekat maka disarankan seluruh kaum muslimin yang laki-laki untuk memenuhi panggilan adzan untuk menunaikan shalat Zhuhur berjamaah.
Syaikh Ubaikan menyarakan kepada kementerian urusan Islam untuk mempertimbangkan mengeluarkan surat edaran kepada masjid-masjid agar menunda pelaksanaan shalat Zhuhur dikala suhu yang sangat panas.
Syaikh Ubaikan menjelaskan bahwa pada musim panas tahun ini yang suhunya mencapai diatas 50 derajat celcius, memungkinkan untuk menunda shalat Zhuhur, dengan mengutip hadits Nabi SAW:
إذا اشتد الحر فأبردوا في صلاة الظهر، فإن شدة الحر من فيح جهنم
"Jika suhu sangat panas pada waktu zhuhur, maka panasnya itu berasal dari neraka."(fq/aby)
Gerakan perlawanan Palestina Hamas, mengutuk ancaman Israel terhadap konvoi bantuan multinasional armada kebebasan yang akan menuju Gaza.
Armada, yang terdiri dari sembilan kapal dari Turki, Irlandia, Inggris dan Yunani, adalah salah satu cara untuk mematahkan serangan Israel di Jalur Gaza. Armada ini membawa sekitar 10.000 ton bahan konstruksi, peralatan medis dan perlengkapan sekolah, serta sekitar 750 aktivis.
Pemerintah Israel telah bersumpah akan menggagalkan masuknya kapal bantuan tersebut. Media Israel telah juga memperingatkan bahwa para aktivis akan ditangkap dan dimasukkan ke dalam tahanan.
Jurubicara Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan ancaman itu sebagai aksi "terorisme negara," lapor International Middle East Media Center pada hari Selasa kemarin (25/5).
Tel Aviv telah memberlakukan blokade terhadap wilayah darat, udara, dan laut di Jalur Gaza sejak pertengahan Juni 2007 ketika gerakan perlawanan Palestina Hamas menguasai wilayah itu.
Abu Zuhri berkata, "Kapal-kapal membawa misi kemanusiaan, mereka ingin mematahkan pengepungan ilegal dan memberikan bantuan kemanusiaan."
Dia menyambut baik masuknya Mauritania, Aljazair dan Kuwait dalam armada kapal dan berkata, "entitas Zionis akan bertanggung jawab bagi kehidupan para aktivis Arab dan internasional, dan tokoh-tokoh politik dan para pejabat yang menyertai konvoi armada kapal." (fq/prtv)
Pertanyaan-pertanyaan yang selalu menghantui manusia dalam hidupnya adalah dari manakah ia berada (di dunia ini), kemanakah ia akan dikembalikan kelak dan apakah tujuan dari keberadaannya ini?
Pertanyaan-pertanya an yang dilontarkan manusia kepada dirinya sepanjang masa ini memerlukan jawaban yang jitu dan memuaskan, supaya ia, berdasarkan jawaban tersebut, dapat mengambil sikap yang tegas dalam kehidupannya, meluruskan perilakunya dan menegakkan undang-undang ideal yang diminati oleh masyarakatnya. Dengan asumsi-asumsi hampa dan tidak memuaskan rasa haus manusia akan hakekat dan realitas hidup, akidah-akidah hasil rekayasa manusia (al-’aqa`id al-wadl’iyah) mengalami kegagalan fatal dalam menjawab pertanyaan-pertanya an tersebut. Jawaban-jawaban yang dilontarkan oleh akidah-akidah tersebut dalam menjawab pertanyaan-pertanya an itu antara lain;‘manusia ditemukan dengan sendirinya’, ‘manusia ditemukan akibat perkembangan materi’ dan lain sebagainya.
Dan kegagalan akidah-akidah itu tidak sampai di sini saja. Mereka juga gagal dalam menciptakan formulasi-formulasi undang-undang kemasyarakatan yang dapat membina manusia dan merealisasikan kebahagiannya.
Di saat akidah dan kepercayaan- kepercayaan agama yang tidak orisinil itu menjawab pertanyaan-pertanya an di atas dengan jawaban-jawaban yang palsu dan membingungkan dengan asumsinya bahwa manusia memiliki pencipta, akan tetapi pencipta yang serupa dengan makhluknya, akidah Islam telah berhasil menjawab pertanyaan-pertanya an tersebut dengan jitu dan memuaskan. Akidah Islam mengakui bahwa manusia memiliki Pencipta Yang Maha Bijaksana lagi Kuasa yang tidak dapat dicapai dengan indra dan tidak bisa disamakan dengan manusia. Akidah Islam menegaskan bahwa manusia diciptakan untuk sebuah tujuan yang tinggi, yaitu menyembah Allah yang konsekuensinya, ia akan dapat mencapai tingkat kesempurnaan dan keabadian yang tertinggi.
Di samping itu, akidah ini juga mewujudkan naluri ideal (dalam diri manusia) yang Islam menganjurkan agar naluri tersebut selalu dikembangkan demi terwujudnya manusia sempurna di bidang pemikiran, sosial dan perilaku. Begitu juga demi terwujudnya kepribadian berakidah yang berjalan sesuai dengan akal yang terarah, perilaku yang lurus dan siap mengemban missi, tidak seperti kepribadian yang mengalami kevakuman akidah, yang seluruh perhatiannya tercurahkan kepada egoisme dan kemaslahatan dirinya. Kepribadian semacam ini akan mengalami kevakuman akal, kemelut jiwa dan kehilangan tujuan dalam hidup.
Patut untuk diingat di sini bahwa akidah Islam bukan seperti akidah (yang didefinisikan oleh) para filsuf yang tidak lebih dari sekedar teori pemikiran yang tersembunyi di sudut-sudut otak manusia. Akan tetapi akidah Islam adalah sebuah power yang (bersemayam dan) bergerak di dalam hati dan berpengaruh secara positif pada jiwa dan anggota badan. Dengan ini, orang yang memiliki akidah akan terdorong untuk berkiprah di medan jihad dan amal. Atas dasar ini, akidah Islam (pada masa kejayaan Islam) telah menjadi sebuah kekuatan yang aktif dan motor penggerak (bagi muslimin) yang telah mampu mengubah perjalanan sejarah, merombak kebudayaan-kebudaya an (yang berlaku kala itu), meletuskan revolusi-revolusi agung dalam kehidupan manusia, baik di bidang tatanan hidup sosial maupun pemikiran dan menciptakan kemenangan militer. Telah kita ketahui bersama bahwa kelompok minoritas (muslim) Makkah yang tertindas telah mampu bertahan selama tiga belas tahun menghadapi kelaliman yang melanda mereka bagai topan dengan akidah tersebut.
Akidah inilah yang telah berhasil mengumpulkan tentara sebanyak sepuluh ribu orang untuk berkhidmat kepada Rasulullah saww yang sebelumnya beliau tidak memiliki kekuatan militer dan lari dari Makkah secara sembunyi-sembunyi karena diusir oleh orang-orang kafir Makkah -. Dan orang-orang yang memerangi beliau sepanjang masa itu tidak mampu bertahan menghadapi kekuatan iman yang kokoh ini. Oleh karena itu, mereka menyerah dan menyatakan keislaman mereka di hadapan beliau atau membayar jizyah.
Muslimin kala itu memiliki sarana kemenangan yang paling kuat, yaitu akidah Islam yang telah mampu menciptakan hal-hal yang tidak dipercayai oleh manusia biasa. Akidah ini telah memberanikan Hamzah untuk memimpin Sariyah pertama Islam yang hanya berkekuatan tiga puluh pasukan berkuda ketika menghadapi tiga ratus pasukan berkuda Quraisy di pinggiran Laut Merah. Sariyah Islam ini tidak keluar ke medan laga hanya demi memamerkan kekekaran tubuh. Sariyah ini memiliki semangat juang tinggi yang hanya ingin bertujuan menumpas musuh yang kekuatannya lebih besar sepuluh kali lipat dari kekuatan dirinya.
Dan belum pernah terjadi dalam sejarah pertempuran- pertempuran Islam yang selalu menghasilkan kemenangan-kemenang an gemilang itu, kekuatan muslimin secara materi setara dengan kekuatan musuh. Akan tetapi, dari sisi jumlah dan prasarana, kekuatan mereka terkadang hanya seperlima lebih kecil dari kekuatan musuh. Kemenangan yang mereka peroleh itu bersumber dari kekuatan spiritual yang terpancar dari akidah dan kekuatan-kekuatan ghaib yang turun kepada mereka secara kontinyu. Sarana dan prasarana materi hanyalah pelengkap kemenangan tersebut.
Dengan ini, akidah adalah kekuatan yang fundamental dalam setiap pertempuran (yang pernah terjadi pada masa kejayaan) Islam dan faktor utama terwujudnya kemenangan di segala bidang.
Dan supaya kita mampu mewujudkan sebuah kebangkitan peradaban di dalam diri setiap individu muslim, (salah satu cara yang efektif adalah) kita mengingatkannya akan persembahan- persembahan yang telah dianugerahkan oleh akidah Islam ini kepada masyarakat muslim masa lampau.
Betul, bahwa seorang muslim tidak akan melucuti akidahnya dari sanubarinya. Akan tetapi, dikarenakan adanya perang pemikiran yang menyerang akidah tersebut dan faktor-faktor dekadensi moral yang menyerang masyarakatnya sebagai akibat dari jauhnya mereka dari kultur dan ajaran-ajaran langit, akidah tersebut akan kehilangan fungsi, dan ia akan kehilangan rasa solidaritas sosial dalam praktek kehidupan sehari-hari.
Yang harus diperhatikan dalam hal ini adalah :
Pertama, mengenalkan setiap individu muslim dengan akidah yang benar lewat sumber-sumbernya yang bersih dan suci.
Kedua, meyakinkannya akan kebenaran akidah yang dimiliki, validitas akidah tersebut untuk dipromosikan di zaman modern ini dan keunggulannya secara mutlak atas akidah-akidah yang lain.
Ketiga, berusaha untuk memulihkan kembali peran akidah dalam membina manusia muslim supaya akidah tersebut merasuk ke dalam sanubarinya berbentuk sebuah iman yang kokoh, perilaku yang baik dan akhlak yang terpuji dalam perangainya sehari-hari, sebagaimana akidah tersebut telah mempengaruhi cara hidup muslimin terdahulu dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka.
Untuk merealisasikan tujuan ini, kami angkat pembahasan yang meliputi peranan akidah dalam membina manusia, baik secara pemikiran, tata cara kehidupan sosial dan kejiwaan, dan refleksi-refleksiny a terhadap etika dan perilaku seorang muslim ini ke permukaan. Dan di dalam buku ini kami juga memaparkan peran Ahlul Bayt a.s. yang besar dalam memelihara akidah dan memerangi usaha-usaha (sebagian orang) yang ingin melupakan muslimin (terhadap arti hidup) yang sedang menimpa masyarakat muslim dalam dunia politik di masa kini.
Patut disinggung di sini, dalam pembahasan ini kami mengikuti metode naqli dan bersandarkan kepada referensi-referensi Islam.