Selasa, 5 Januari 2010

Sepuluh Yang Akan Menentukan Amerika Di Tahun 2010

Inilah sepuluh orang yang diprediksikan akan menentukan wajah politik Amerika Serikat di tahun 2010, setelah kiprahnya di tahun 2009. Dan ala kuli hal, kecuali Sarah Palin yang "hanya" mempunyai akar Yahudi yang jauh, semuanya merupakan keturunan Yahudi. Siapa saja mereka?

10. Charles Djou

Charles Kong Djou adalah seorang politikus Partai Republik dari Negara Bagian Hawaii. Dia saat ini bertugas sebagai Dewan Kota Honolulu untuk kedua kalinya, di mana dia mewakili Distrik 4 (Waikiki ke Hawaii Kai). Ia pertama kali dipilih pada tahun 2002, dan terpilih kembali pada tahun 2006. Dia sebelumnya menjabat sebagai anggota DPR Hawaii 2000-2002, di mana ia menjabat sebagai Minority Floor Leader. Di Dewan Kota, Djou menjabat sebagai Ketua Komite Urusan Inter-Governmental, Wakil Ketua Komite Transportasi dan merupakan anggota Matters Eksekutif, dan Komite Kesehatan, Keselamatan & Kesejahteraan Masyarakat.

9. Erick Erickson

Pada tahun 2009, blog Erickson menjadi sumber kunci untuk konservatif Republik. Beberapa dari mereka, seperti Senator Jim DeMint (RS.C.), memberikan situs berita eksklusif. Erickson menjalankan blog dari rumahnya di negara bagian Georgia. Blognya saat ini sangat memengaruhi perjalanan Partai Republik.

8. Chris Chocola

Joseph Christopher "Chris" Chocola (lahir 24 Februari, 1962) adalah presiden Klub Growth, sebuah organisasi politik konservatif fiskal yang mendukung pajak rendah dan terbatas. Chocola adalah anggota Partai Republik dari Indiana. Ia dikalahkan pada tahun 2006 oleh Joe Donnelly.

7. Allen West

West diberhentikan tidak hormat dari militer AS karena menembakkan senjatanya di sebelah kepala seorang tawanan di Irak dengan cepat muncul di Fox News dan acaran bincang-bincang untuk membuat kasus yang agresif terhadap liberalisme. Dia adalah orang pertama kandidat Partai Republik, yang menyebut pembantaian Fort Hood sebagai "tindakan terorisme."

6. Sarah Palin

Bisa dibilang, selama 2009, dia menjadi orang penting. Pada tahun 2010, Palin akan menyelesaikan transisi dari perjuangan seorang gubernur negara yang tidak jelas, untuk menjadi cendekiawan dan aktivis konservatif yang total. Setiap kata-katanya di Tweetter dan Facebook akan menjadi obsesi korps pers politik.

5. Rand Paul

Putra Rep Ron Paul (Texas) yang berkampanye lewat akar rumput yang diberlakukan awal tahun 2009, sebuah jaringan penggalangan dana nasional dan anti kemapanan akan mempromosikan dengan brilian tentang Paulus yang lebih muda, setidaknya akan memaksa Partai Republik di negara bagian itu lebih condong ke libertarian kanan. Paul berdiri untuk menjadi seorang yang blak-blakan.

4. Tucker Carlson

Bernama lengkap Swanson McNear Tucker Carlson (lahir 16 Mei 1969). Ia adalah seorang koresponden berita politik Amerika dan komentator untuk Fox News Channel. Dia adalah anggota senior dari Cato Institute. Carlson sebelumnya menjabat sebagai pembawa acara CNN Crossfire dan MSNBC's Tucker.

3. Sean Duffy

Sean Duffy adalah jaksa dari Ashland County, Wisconsin, mantan anggota The Real World: Boston. Ia mengumumkan pada 8 Juli 2009 bahwa ia menjalankanKongres di Wisconsin yang ketujuh kalinya meliputi semua distrik.

2. Tim Pawlenty

Timothy James "Tim" "T-Paw" Pawlenty (lahir 27 November, 1960) adalah gubernur Minnesota saat ini sekaligus yang ke-39. Dalam pemilihan gubernur Minnesota tahun 2002 ia terpilih sebagai Gubernur dan diresmikan pada tanggal 6 Januari 2003. Dia terpilih kembali pada tahun 2006. Pada tanggal 2 Juni 2009, Pawlenty mengumumkan bahwa dia tidak akan ikut dalam pemilihan untuk masa jabatan ketiga.

1. Marco Rubio

Marco Rubio (lahir 28 Mei 1971, Miami, Florida) adalah Ketua DPR Florida selama tahun 2007 dan 2008. Ia pertama kali dipilih pada 25 Januari 2000, dari 111 distrik. Dia adalah seorang calon untuk kursi Senat Amerika Serikat yang saat ini dipegang oleh George Lemieux.


Isnin, 4 Januari 2010

Bangunan tertinggi di dunia.


PENDUDUK sekitar Emiriah Arab Bersatu (UAE) berjalan melepasi bangunan tertinggi dunia dikenali Burj Dubai, yang turut dilengkapi masjid tertinggi. Ia membabitkan 169 tingkat dengan kolam renang tertinggi di dunia pada tingkat 76 dan masjid di tingkat 158. Burj Dubai yang dibangunkan dengan kos RM2.7 bilion akan dirasmikan malam ini. - Foto AFP
Dicatat oleh DRS. KHALIL IDHAM LIM di 6:35 PM

Dr. Raghib Al-Sirjani Pemenang Nobel Mubarak 2009 Bidang Penelitian Keislaman

Tahun 2009 akan segera berlalu. Di tahun ini, Mesir mencatat sosok fenomenal pada bidang Al-Dirâsah Al-Islâmiah (Penelitian Keislaman). Walau ia seorang dokter urologi, namun karena semangat memperjuangkan Islamnya tinggi, ia juga merupakan seorang yang hafal Al-Quran, pakar sejarah, dan dai internasional yang telah berkontribusi besar bagi dunia Islam. Ia adalah Dr. Raghib Al-Sirjani.

Di antara sekian banyak ulama Mesir, Dr. Raghib Al-Sirjani berhak meraih Penghargaan Mubarak (presiden Mesir) bidang Al-Dirâsah Al-Islâmiah, untuk tahun 2009. Penghargaan ini ia raih setelah menulis buku berjudul, "Mâzâ Qaddamal Muslimûna lil ‘Alam" (Apa yang Telah Diberikan Umat Islam untuk Dunia; Kontribusi Umat Islam dalam Membangun Peradaban Manusia).

Buku ini dua jilid dengan tebal 847 halaman. Negara Mesir mempersembahkan penghargaan melalui perantara Kementrian Waqaf pada Rabu 26 Ramadan 1430 H, bertepatan dengan 16 September 2009.

Dr. Raghib Al-Sirjani adalah seorang dai internasional yang kaset dan CD-nya memperkaya khazanah Islam, sekaligus penulis produktif yang buku-bukunya memenuhi perpustakaan Islam. Beberapa bukunya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang mendapat sambutan hangat, seperti buku best seller Misteri di Balik Shalat Subuh. Bukunya yang memenangkan penghargaan internasional tahun 2007 dalam memaparkan Nabi Sang Penyayang juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Dr. Raghib Al-Sirjani salah satu dai yang sangat peduli dunia Islam, khususnya Palestina. Hingga saat ini, analisa segar dan tajam beliau terkait dunia Islam masih bisa terus diikuti melalui situs www.islamstory.com.

Khusus Palestina, hingga kini beliau mengisi materi di dua channel TV; pertama, Channel Al-Quds dengan materi bersambung Fathu Filasthin (Pembebasan Palestina) setiap hari Jumat. Kedua, Channel Al-Risalah dengan materi Khattuzzaman; Qishshah Filastîn (Garis Masa; Kisah Palestina) pada hari Senin, yang disiar ulang setiap Selasa dan Sabtu.

Buku Pemenang Nobel Mubarak

Dalam buku Mâzâ Qaddamal Muslimûna lil ‘Alam, Dr. Raghib mendefinisikan "Peradaban adalah kemampuan manusia dalam menjalin hubungan baik dengan Tuhannya, dengan sesama manusia, dan dengan alam beserta seluruh kekayaannya."

Dr. Raghib menulis buku ini sebagai persembahan untuk peradaban Islam. Sebuah peradaban mengagumkan yang telah menguras perhatian para peneliti objektif dari Barat. Ia menulis, "Kemajuan manusia dalam berbagai bidang saat ini sama sekali tak terlepas dari kontribusi besar umat Islam dan peradabannya."

Yang membuat buku ini istimewa adalah, pemaparannya ilmiah, realistis, dan seluruh persembahan umat Islam baik keilmuan maupun peradaban beliau paparkan dengan penuh data-data dan argumentasi yang tak terbantahkan.

Dr. Raghib juga memastikan bahwa, "Karakteristik peradaban Islam yang istimewa sama sekali tidak ada tandingannya dengan seluruh peradaban lain di dunia. Ketika wajah dunia mulai dihiasi kerusakan karena neraca pemahaman dan keyakinan telah terbalik, maka peradaban Islamlah sebagai solusinya."

Setelah memaparkan kegemilangan peradaban Islam yang menjadi titik perubahan peradaban di seluruh dunia, di akhir buku peraih Penghargaan Bidang Dirasah Islamiah ini Dr. Raghib bertanya, "Apa yang akan kita lakukan setelah mengetahui semua ini?"

Sepenggal pertanyaan yang menyeru setiap umat Islam untuk mengerahkan seluruh kekuatannya, sehingga mampu membangun peradaban impian yang membawa rahmat bagi semesata alam. (Sn/ist/ak/)

Ahad, 3 Januari 2010

AL-QURAN SEBAGAI PEMBELA DI HARI AKHIRAT

Sal AmAbu Umamah r.a. berkata : "Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Quran, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Quran." Telah bersabda Rasulullah S.A.W : “Belajarlah kamu akan Al-Quran, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya."Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, " Kenalkah kamu kepadaku?" Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : "Siapakah kamu?" Maka berkata Al-Quran : "Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari."Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Quran itu : "Adakah kamu Al-Quran?" Lalu Al-Quran mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah S.W.T. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.Pada kedua ayah dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : "Dari manakah kami memperolehi ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?"Lalu dijawab : "Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari Al-Quran."DISEDIAKAN OLEH:USTAZ IBRAHIM BIN ZAKARIA

Hukum Memberi Salam dan Menjawab Salam Orang Bukan Islam


Oleh: al-Ustaz Mohd Khairuddin Aman Razali at-Takiri
Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadis daripada Abi Hurairah bahawa Rasulullah saw bersabda:لا تبدأوا اليهود ولا النصارى بالسلام فإذا لقيتم أحدهم في طريق فاضطروه إلى أضيقهMaksudnya: “Janganlah kamu mulakan orang-orang Yahudi dan juga orang Nasrani dengan salam. Justeru itu, sekiranya kamu menemui seseorang mereka di jalan tolaklah mereka ke jalan yang paling sempit.Ulama berbeza pendapat dalam menyelusuri fiqh (kefahaman) hadis ini.

Kebanyakan mereka memutuskan bahawa haram memulakan ucapan salam kepada mereka. Sebahagian pula berkata ianya tidak haram tetapi makruh.Seorang fuqaha iaitu Abu Sa`ad berpendapat, sekiranya seorang muslim ingin memberi ucapan hormat kepada bukan Islam dia boleh melakukannya dengan lafaz yang lain daripada lafaz salam. Contohnya dengan menyebut: (هداك الله ) maksudnya moga Allah memberi hidayah kepada kamu atau (أنعم الله صباحك) maksudnya moga Allah memberi anugerah di waktu pagimu ini.

Imam Nawawi menyetujui pendapat ini tetapi dengan tambahan: sekiranya ianya diperlu. Antara contoh ucapannya bagi Imam Nawawi ialah ucapan selamat pagi, pagi yang bahagia, pagi yang baik, moga Allah kurniakan kamu dengan kebahagian di waktu pagi, atau nikmat di waktu pagi dan seumpamanya. Sekiranya tidak perlu maka pilihannya ialah jangan mengucapkan apa-apa. (Nawawi, al-Azkar, Dar al-Khayr, hlm. 311)

Pandangan ini bagi saya sesuai diamalkan oleh umat Islam di Malaysia pada hari ini. Mereka boleh menyatakan selamat pagi kepada bukan Islam tanda penghormatan, atau berdoa moga Allah bagi hidayah atau seumpamanya. Ucapan-ucapan ini boleh mendekatkan mereka dengan bukan Islam sebagai satu pendekatan dakwah.Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadis daripada Anas bin Malik katanya, Rasulullah saw bersabda:إذا سلم عليكم أهل الكتاب فقولوا وعليكمMaksudnya: “Apabila kamu diberi salam oleh ahli Kitab, jawablah “wa`alaikum”.

Imam Bukhari pula meriwayatkan daripada Ibn `Umar –radiyallahu `anhuma- katanya; Rasulullah saw bersabda:إذا سلم عليكم اليهود فإنما يقول أحدهم السام عليك فقل وعليكMaksudnya: “Apabila kamu diberi salam oleh Yahudi, mereka hanya menyatakan Assaamu `alaikum (mampuslah kamu), maka jawablah: wa `alaik (dan ke atas kamu juga).Daripada kedua-dua hadis diatas para fuqaha mengambil hukum apabila seorang muslim diberi salam oleh bukan Islam, jawapan yang diberi ialah wa `alaik atau wa `alaikum (dan ke atas kamu juga).

Imam Mawardi menghikayatkan satu wajah di kalangan ashab Syafie iaitu harus memulakan salam kepada bukan Islam dengan menyebut Assalamu `Alaik sahaja bukannya Assalamu `Alaikum. Begitu juga boleh menjawab salam mereka dengan Wa `Alaikum Salam, tapi tidak menyebut warahmatullah. Imam Nawawi menegaskan bahawa kedua-dua pendapat ini adalah janggal dan ditolak. (Nawawi, al-Azkar, Dar al-Khayr, hlm. 311)

Kesimpulan perbahasan di atas ialah ucapan salam adalah ucapan khusus untuk umat islam. Justeru, untuk bukan Islam tidak perlu digunakan lafaz salam tetapi boleh digunakan lafaz-lafaz penghormatan yang lain.
Dicatat oleh DRS. KHALIL IDHAM LIM

Jumaat, 25 Disember 2009

Syeikh Yusuf Qardhawi: Jauhilah Segala Sesuatu Yang Berhubungan Dengan Natal!

Inilah taujih yang disampaikan oleh Syeikh Yusuf Al Qardhawi di stasiun televisi Qatar, belum lama ini. Isi taujihnya dengan jelas dan tegas melarang umat Islam untuk terlibat dalam kegiatan Natal. Berikut petikannya.
"Saudara-saudara,
Saya ingin berbicara berbicara tentang apa yang sedang terjadi di sekeliling kita sekarang ini. Saya ingin bertanya bagaimana bentuk rupa masyarakat kita hidup di negara dimana ada Muslim dan Kristen. Apa yang terjadi di toko-toko dan di jalan-jalan Doha (misalnya); semua perayaan yang disebut kelahiran Yesus, atau Natal? Seolah-olah kita hidup di negara Eropa Kristen.
Kita bahkan tidak merayakan kelahiran dari Nabi Muhammad, tetapi kita merayakan Natal?! Pohon Natal, 4 atau 5 meter, yang didirikan di toko-toko, dan tokok-toko itu dimiliki oleh keluarga muslim. Apa ini?! Ini berarti bahwa umat ini meninggalkan identitasnya yang muslim. Islam menginginkan kita untuk mempertahankan keunikan Islam.
Orang-orang Krsiten mencegah kita membangun kubah masjid dan mereka akan melarang pembangunan masjid-masjid. 41% dari orang-orang yang disurvei di Prancis [mendukung] mencegah pembangunan masjid, sementara 47% mendukung pelarangan kubah serta masjid.
Apakah umat Islam di Eropa dan Amerika –dan jutaan mereka di beberapa negara—dapat merayakan Ramadhan dan Hari libur Islam di pusat-pusat kota, seperti beberapa orang di Arab dan negara-negara Muslim dan kota-kota, di Jazirah Arab? Bisakah dibayangkan apa yang terjadi dengan umat ini?!
Saya menyerukan kepada para pemilik toko ini. Orang yang ingin membeli akan datang, mengapa Anda berpura-pura untuk merayakan sebuah agama yang bukan milik Anda, ketika mereka mencegah kita dari melakukan ritual kita? Mereka mencegah kita dari membangun kubah masjid yang indah, yang dianggap sebagai bagian dari arsitektur yang indah, terlepas dari aspek agama.
Saudara-saudara,
Saya ingin menyampaikan pesan, dan memperingatkan umat Islam bahwa hal ini— adalah dilarang, memalukan, dan tidak pantas. Ini menunjukkan kebodohan dan ketidaktahuan kita tentang Islam." (sa/memri tv)

Mantan Pemain Liverpool Masuk Islam




Abel Xavier, mantan pemain sepakbola terkenal dari Liverpool memutuskan pensiun dari sepakbola, dan kemudian masuk Islam. Ia pun serta merta mengganti namanya.Bintang asal Portugal ini mengganti namanya menjadi Faisal Xavier dan akan memulai proyek-proyek kemanusiaan.


Dia terakhir bermain untuk LA Galaxy (Amerka) pada 2008 dan kini telah memutuskan untuk berhenti di dunia sepakbola.


Xavier, 37, bergabung dengan Liverpool dari Everton pada tahun 2002 dan mencetak dua gol dalam 21 penampilan bagi klub Merseyside ini. Selain di Liverpool dan Everton, ia bermain juga di Middlesbrough. Ia pindah ke klub Major League Soccer LA Galaxy bersama David Beckham.Xavier berkata: "Ini perpisahan emosional dan saya berharap untuk ikut serta dalam sesuatu yang sangat memuaskan dalam tahap baru hidup saya.
Pada saat-saat sedih, saya telah menemukan kenyamanan dalam Islam. Perlahan-lahan, saya belajar agama yang penuh dengan perdamaian, kesetaraan, kebebasan dan harapan."Barokallah, Senhor! (sa/football.uk)

Rabu, 23 Disember 2009

Politik dunia Islam 2009: 10 berita utama


Perkembangan dunia Islam terus menjadi berita-berita utama antarabangsa, memberi kesan kepada politik serantau dan global, bermula dengan serangan Israel ke atas Gaza pada Disember 2008 sehingga Januari 2009, kepada konflik di Yaman yang semakin merebak ke seluruh wilayah negara itu dan jiran. Berikut 10 berita dan pemain utama dalam dunia Islam, yang memberi kesan besar kepada negara terbabit, dunia Islam secara keseluruhan dan politik dunia.

1. Serangan terhadap Gaza, Palestin

Dunia Islam memulakan tahun 2009 dengan menyaksikan konflik di Gaza, perang mempertemukan kekuatan tidak seimbang tentera Israel dengan Hamas dan kumpulan-kumpulan lain di wilayah Palestin dikuasai Hamas ini. Perang bermula pada Disember 2008. Awal 2009, Israel memulakan serangan darat selepas seminggu serangan udara. Perang berakhir pada 18 Januari, dua hari sebelum presiden baharu Amerika Syarikat, Barack Obama mengangkat sumpah. Hampir 1,500 warga Palestin dilaporkan terbunuh, dengan kemusnahan hampir AS$2 bilion. Israel turut menyerang masjid, sekolah dan tempat-tempat awam, membunuh semua termasuk kanak-kanak. Tidak lama selepas perang, Israel memilih sebuah kerajaan dikuasai parti berhaluan kanan. Demonstrasi diadakan di seluruh dunia membantah tindakan Israel. Reaksi di dunia Islam termasuk boikot terhadap jenama AS dan Barat seperti McDonald's, Tesco, Starbucks, KFC dan pelbagai produk konsumer lain.

2. Dasar luar baharu Turki

Negara yang sedang menggerakkan dasar luar baharu, Turki, bertindak pragmatik dalam menangani isu Gaza melalui satu tindakan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan dalam forum di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Switzerland, menaikkan imej Turki ketika dunia Arab dilihat gagal bertindak. Di bawah arkitek dasar luar baharu Ahmet Davutoglu, akademik hubungan antarabangsa berpengalaman luas, Turki mengaktifkan usaha baharu membina hubungan baik dengan negara-negara jiran termasuk Armenia dan Syria dan cuba membina ruang pengaruh, berdasarkan fahaman pan-Turkisme atau apa yang disifatkan pemerhati sebagai perspektif "neo-Uthmaniyah" Ahmet. Ahmet, yang pengalamannya termasuk mengajar di Universiti Islam Antarabangsa Malaysia dan Universiti Beykent Istanbul, disebut sebagai "Henry Kissinger Turki" yang kini menjadi tokoh penting parti pemerintah, AKP.

3. Konflik Yaman

Menjelang Ramadan tahun lalu, Yaman menyaksikan bermulanya konflik melibatkan kerajaan pimpinan Presiden Ali Abdullah Saleh dengan pemberontak Houthi di utara. Kini, setelah tiba bulan Muharram 1431, konflik di Yaman semakin meluas dan meningkat dari segi intensitinya, apabila AS mula terlibat dalam serangan terhadap kumpulan al-Qaeda di negara ini, kumpulan dikenali sebagai al-Qaeda di Semenanjung Arab (al-Qaeda in the Arabian Peninsula, AQAP) menggabungkan al-Qaeda Yaman dengan Arab Saudi. Negara dilanda masalah sumber air dan hidrokarbon ini juga berdepan kebangkitan kumpulan pemisah Marxist di selatan. Penglibatan Saudi menyerang Houthi juga menambahkan kerumitan konflik ini, yang kini telah menyebabkan lebih 170,000 menjadi pelarian di dalam negara. Peranan Iran dan Saudi memperlihatkan dimensi persaingan kuasa serantau dalam konflik ini.

4. Pilihan raya presiden dan isu nuklear Iran

Iran mengadakan pilihan raya presiden pada 12 Jun lalu, dengan keputusan penyandang Mahmoud Ahmadinejad mengekalkan jawatan. Walau bagaimanapun, keputusan ini ditentang hebat Mir Hossein Mousavi dan ribuan penyokongnya, menggegarkan republik Islam yang berpandukan kepada ide Wilayatul Faqih yang menetapkan kuasa kepada para ulama. Kebangkitan digelar "revolusi hijau" oleh kem Mir Hossein mendapat kredibiliti dan imej yang positif bagi sesetengah pihak kerana warna hijau yang digunakan - yang dikaitkan dengan Islam dan Nabi Muhammad saw - sebagai simbol gerakan menentang pemerintah Iran. Pemerintah Iran masih berdepan cabaran getir penentangan ini, yang mendapatkan simpati apabila Ayatullah Hossein Ali Montazeri meninggal dunia pada 20 Disember lalu. Pada masa yang sama, Iran terus berdepan cabaran berhubung isu nuklearnya apabila sikap kerajaan baharu AS tidak berubah walaupun sedia berunding.

5. Afghanistan-Pakistan dan Taliban

Afghanistan dan Pakistan ditangani sebagai satu oleh sebahagian besar komuniti dasar luar AS, ekoran hubungan rapat kumpulan Taliban di kedua-dua negara dan kaitan rapat geografi kedua-dua negara dalam konflik di Afghanistan. Afghanistan kini menjadi satu agenda dasar luar penting bagi Obama, yang meluluskan 30,000 anggota tentera untuk dihantar ke negara ini. AS kini mempunyai kehadiran yang besar di Asia Tengah. Pada masa sama, Presiden hamid Karzai baharu melengkapkan anggota kabinetnya, yang dikritik ramai sebagai tidak memenuhi janji memerangi korupsi dan pada masa sama memberikan kuasa kepada pihak-pihak tidak sepatutnya. Kedatangan lebih ramai tentera AS dan pemerintahan Hamid yang tidak bersih dan bebas bakal meneruskan ketidaktentuan di Afghanistan. Kedatangan lebih ramai anggota tentera mampu meningkatkan lagi konflik dengan kumpulan militan.

6. Lanun dan kehadiran kuasa asing di Somalia

Penculikan dan rampasan kapal oleh lanun Somalia yang mula berleluasa pada 2008 terus berlaku pada 2009, dan menarik kedatangan tentera-tentera laut asing termasuk Jepun dan Rusia, menjadikan kawasan perairan Somalia yang strategik itu semakin tegang. Kawasan Teluk Aden bersempadan Laut Merah - dihubungkan laluan sempit Bab al-Mandeeb di tengah-tengah antara Djibouti dan Eritrea dengan Yaman - ialah satu laluan penting dalam perdagangan antarabangsa. AS juga menjalankan operasi pesawat tanpa juruterbang di kawasan perairan ini. Kawasan ini terletak tidak jauh daripada Yaman, satu lagi kawasan panas yang menjadi salah satu sumber senjata bagi lanun Somalia. Selain itu, tentera AS dan Iran juga meningkatkan kehadiran di kawasan perairan ini, mengaitkannya dengan isu lanun dan juga ketidakstabilan di Tanduk Afrika dan Yaman.

7. Pilihan raya Lubnan

Lubnan menjadi medan persaingan kuasa-kuasa asing sejak sekian lama, dan pilihan raya pada 7 Jun 2009 menunjukkan realiti ini kekal dalam permainan politik Lubnan. Kumpulan 14 Mac yang pro-Barat memenangi 71 daripada 128 kerusi, yang dibahagikan kepada 64 untuk Muslim dan 64 Kristian, susunan diwarisi daripada penjajahan Barat yang memberi kelebihan kepada Kristian. Saad Hariri dan kumpulan 14 Mac mendapat sokongan kuat AS, Arab Saudi dan Mesir, manakala Hizbullah dan Amal disokong Iran dan Syria. Kumpulan diketuai Hizbullah yang disebut-sebut akan menang tidak berjaya merealisasikan jangkaan itu, tetapi Lubnan meneruskan penubuhan kerajaan perpaduan seperti yang dilaksanakan penggal lepas, proses yang hanya selesai beberapa minggu lalu, dengan Saad mengetuai kerajaan baharu.

8. Uyghur di Xinjiang

Wilayah Xinjiang menyaksikan kebangkitan rakyat berketurunan Uyghur memprotes layanan buruk kerajaan China dan dominasi kaum Cina han di wilayah tersebut. Di sini dapat diperhatikan perana Turki menggerakan kaum Uyghur daripada rumpun bangsa Turki sebagai sebahagian agendanya meluaskan ruang pengaruh. Ankara dan Beijing bertikam lidah dalam hal ini, dengan Turki berperanan sebagai pembela nasib Uyghur ketika China dilihat di seluruh dunia sebagai penindas. Dengan sokongan Turki dan AS, Rebiya Kader, tokoh Uyghur berpangkalan di Washington muncul sebagai ikon kaum tertindas ini, hampir menyamai peranan dimainkan Dalai Lama bagi Tibet. Perkembangan ini, yang berlanjutan selama beberapa bulan, menyumbang dalam menjadikan perjuangan Uyghur menuntut kebebasan dalam hal berkaitan agama dan budaya menjadi perhatian dunia Islam untuk satu tempoh.

9. Libya dan pembebasan Abdel Baset al-Megrahi

Abdel Baset al-Megrahi, disabit bersalah dalam pembunuhan 270 orang akibat pengeboman pesawat AS, Pan Am 103 di ruang udara Lockerbia, Scotland pada 21 Disember, 1988. Beliau dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Negaranya, Libya, menjadi tumpuan negara-negara Barat terbabit dan diletakkan sebagai satu musuh utama untuk satu tempoh yang panjang. Pada 20 Ogos lalu, beliau dibebaskan atas dasar kemanusiaan kerana dinilai doktor menghidap kanser prostat dan hanya akan hidup kurang tiga bulan lagi. Satu debat politik antarabangsa berlangsung ekoran tindakan kerajaan Scotland ini. Abdel Baset masih berusaha membersihkan namanya daripada tuduhan terlibat dalam pengeboman itu. Keadaan sekitar pembebasan Abdel Baset mengundang pelbagai spekulasi berhubung rundingan pembebasan beliau melibatkan kerajaan terbabit.

10. Islamofobia di Eropah

Di Dresden, timur Jerman, pada 11 November lalu, Alexander Wiens, pembunuh Marwa al-Sherbini dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Wiens disabit membunuh Marwa akibat prejudisnya terhadap wanita Muslim berasal Mesir itu. Beberapa minggu lalu, di Switzerland, usaha mengharamkan menara masjid di negara itu mendapat sokongan 57 peratus pengundi negara Eropah itu. Sentimen itu sampai ke Belanda dan Jerman, apabila ahli-ahli politik berhaluan kanan di sana melahirkan sentimen yang sama. Sebelum itu, di Cologne, Jerman dan di utara London, Inggeris, protes terhadap masjid telah berlaku, memperlihatkan sentimen yang semakin disuarakan di Eropah, walaupun tidak kelihatan mendapat sokongan popular. Perkembangan ini menimbulkan persoalan tentang potensi ancaman kepada kepelbagaian budaya dan kebebasan beragama di Eropah.

HarakahDaily.Net/-

Selasa, 22 Disember 2009

Muhammad Hamidullah Penyebar Benih Islam Di Perancis

Nama dikenal lewat karya-karyanya berupa buku-buku Islam yang ditulisnya. Tapi bagi generasi muda Muslim di Prancis, sosok Hamidullah merupakan sosok intelektual Muslim yang menjadi misteri.
Ketika Hamidullah tiba di Paris tahun 1946, isu-isu tentang Islam sudah menjadi bahan pembicaraan kalangan intelektual yang disegani di Paris, seperti Louis Massignon, Jacques Berque, Henri Laoust dan Régis Blancher. Pada tahun 1947, Blancher bahkan sudah menerjemahkan terjemahan Al-Quran ke dalam bahasa Prancis.

Tapi, seperti pakar-pakar Islam di Barat, Blancher bukan seorang muslim. Dan seperti di negara-negara sekuler pada umumnya, pandangan para akademisi non-Muslim tentang isu-isu Islam selalu menarik tapi tidak lengkap karena mereka tidak bisa merasakan pengalaman spiritual dalam melaksanakan ajaran-ajaran Islam yang paling mendasar.
Latar belakang Hamidullah yang berasal dari keluarga muslim tradisional dengan budaya akademis yang kuat sebagai lulusan Universitas Osmania di Hyderabad, India, membuat kehadirannya memperkaya khasanah pemikiran kalangan intelektual di Prancis tentang isu-isu Islam.
Selama 23 tahun Hamidullah bekerja sebagai peneliti profesional di French National Scientific Research Centre (CNRS). Di lembaga itu ia menjadi direktur riset, setaraf dengan posisi seorang profesor di universitas.
Tahun 1959, ia membuat terjemahan Al-Quran dalam bahasa Prancis dan menjadi terjemahan Al-Quran pertama yang ditulis seorang muslim di Prancis. Hamidullah juga melakukan riset tentang kehidupan Rasulullah Muhammad Saw (Sirah) dan mengumpulkan hasil risetnya dalam buku berjudul “Le Prophète de l’islam" (Nabi Islam).
Buku itu merupakan buku terlengkap tentang kehidupan Rasulullah yang ditulis dalam bahasa Prancis. Dalam pengantar buku tersebut, Hamidullah menulis bahwa buku itu adalah hadiah untuk Prancis yang telah menerimanya sebagai tamu.
Profesor Hamidullah juga aktif dalam dialog-dialog tentang Muslim-Kristiani dengan Louis Massignon, yang menulis pengantar di terjemahan Al-Quran yang disusun Hamidullah. Selain aktif dalam dialog, Hamidullah juga mendirikan Islamic Cultural Centre (CCI) di Paris.
Selama 50 tahun tinggal di Paris, Hamidullah mengabdikan dirinya dalam bidang pengajaran agama Islam lewat riset-riset yang dilakukannya. Ia selalu menghindari ikut terlibat dalam polemik tentang kehadiran komunitas Muslim di tengah masyarakat Barat yang kerap muncul.
Pada mereka yang menyerang pandangan-pandangannya, Hamidullah punya jawaban khas "Saya tahu Anda pasti tidak sepakat dengan saya" dan polemik pun berakhir. Tapi ketika ia tidak bisa menghindar dari sebuah kontroversi, Hamidullah lebih senang menuliskan pandangan-pandangannya dalam bentuk buku dimana ia merahasiakan namanya.
"Saya punya alasan yang islami untuk tidak mencantumkan nama saya pada buku-buku itu. Saya menulis buku dalam bahasa Inggris dan Prancis. Ide bagus jika buku-buku itu diterjemahkan dalam bahasa Jerman, Arab, Indonesia bahwa Italia agar bisa disebarluaskan di Vatikan ..." jawab Hamidullah seperti dikutip dari buku “Muhammed Hamidullah, Hocam’dan Mektuplar" karya Ihsan Sürreya Sırma, ketika ditanya mengapa ia menulis buku dan tidak mencantumkan namanya sebagai penulis.
Hamidullah lahir pada 9 Februari 1908 dan wafat pada 17 Desember 2002 di Jacksonville, Florida, AS. Selama hidupnya, ia menulis lebih dari 130 judul buku yang diterjemahkan dalam berbagai bahasa antara lain bahasa Inggris, Jerman, Arab, Turki dan Urdu.
Tapi hari ini, cuma dua bukunya yang bisa ditemui di toko-toko buku di Prancis. Sementara di Turki, lebih dari 20 buku karya Hamidullah bisa dengan mudah dibeli di toko-toko buku.
Pribadi yang Misterius
Meski banyak menghasilkan karya yang menjadi bahan diskusi kalangan terpelajar dan berperan besar dalam dakwah Islam di Prancis, sampai tujuh tahun setelah wafatnya, sosok Hamidullah tetap menjadi pribadi yang misterius di kalangan intelektual Prancis.
Hanya sedikit orang yang bisa bicara secara personal dengan Hamidullah. Ia selalu menolak publikasi media dan menolak difoto. Setiap melakukan konferensi pers, Hamidullah selalu melarang penggunaan kamera.
Satu-satunya peristiwa dimana ia mengijinkan para wartawan dan juru kamera mengambil gambarnya adalah ketika ia hadir dalam aksi unjuk rasa atas penangkapan Imam Masjid Adda'wa, masjid kedua terbesar di Paris dan sering dikunjungi Hamidullah jika ada undangan pernikahan atau jika ada yang akan masuk Islam.
Peristiwa itu terjadi tahun 1994 dan aksi protes bukan hanya dilakukan oleh pemuka muslim di Prancis tapi juga para pemuka agama lain seperti pendeta dan rabbi.
Panitia aksi protes sempat panik ketika Hamidullah yang hadir dalam aksi tersebut naik ke atas panggung. Pihak pengamanan dibuat sibuk meminta para fotografer dan juru kamera yang meliput acara itu untuk tidak mengambil gambar.

Tapi Hamidullah menenangkan panitia dan membiarkan para juru foto dan juru kamera televisi mengambil gambarnya saat ia berorasi.

Saking misterius dan jauhnya sosok Hamidullah dari publikasi media. Banyak spekulasi bermunculan tentang darimana sebenarnya asal-usulnya. Masyarakat Prancis menganggap Hamidullah adalah keturunan Arab atau Afrika Utara.

Komunitas Pakistan mengklaim Hamidullah asli Pakistan dan menolak klaim orang-orang India bahwa Hamidullah kelahiran India. Uniknya, di Turki, sebagian Muslim Turki meyakini bahwa Hamidullah orang Turki.

Hamidullah sendiri punya jawaban khas tiap kali ditanya apa kebangsaannya. "Saya datang dari surga. Ibu saya Hawa dan ayah saya Adam," begitulah jawaban Hamidullah. Tapi di buku "Abraham", Hamidullah memperkenal dirinya sebagai orang India yang lahir di Hyderabad tahun 1948 dan menuntut ilmu di Universitas La Sorbonne, Prancis. "Saya seorang intelektual muslim Sunni yang berminat pada masalah-masalah sains," tulisnya.

Seorang filsuf Prancis René Guénon yang masuk Islam memberikan komentar tentang Hamidullah. Ia mengatakan, Hamidullah tidak membanding-bandingkan antara Timur dan Barat. "Dia melihat Islam sebagai karunia bagi seluruh umat manusia.

Dengan mengabdikan dirinya pada riset-riset ilmiah tentang Islam dan menuliskan hasilnya dalam berbagai bahasa asing, Profesor Hamidullah telah menyemai benih-benih intelektualitas di Prancis, meski pribadinya sangat misterius hingga kini," kata René Guénon yang sejak menjadi seorang muslim menetap di Mesir. (ln/zaman/isc)

Air Mata Umar al-Khattab

By: agussyafii

Air mata Umar Bin Khattab mengisahkan tentang kebiasaan Umar Bin Khattab, sang khalifah yang pada malam hari suka berkeliling di kota Madinah untuk memantau keadaan rakyatnya. Sampailah pada suatu malam, tiba-tiba mendengar suara tangisan anak-anak disebuah gubuk., karena penasaran Umar mendekati gubuk itu,'Assalamu'alaikum, ' salam Umar Bin Khattab. Dari dalam rumah terdengar menjawab salam, Wa'alaikum salam,' jawab seorang perempuan tua dengan lembutnya sambil mempersilahkan masuk.

Alangkah kagetnya Umar menyaksikan tiga anak yang terus menangis sambil memegang perut diatas dipan yang sudah reot. Melihat keadaan seperti itu air mata Umar Bin Khattab mengalir begitu saja tanpa terasa. Kemudian dia bertanya kepada perempuan tua itu. 'Mengapa mereka menangis?'Mereka kelaparan, kedua orang tuanya sudah tiada sementara saya sudah tidak sanggup lagi untuk membeli makanan untuk mereka. Sejak kedua orang tua mereka meninggal sudah tidak ada lagi yang menjenguknya, ' ucap perempuan tua dengan wajah bersedih. 'Bukankah ibu sedang menanak makanan?' tanya Umar terheran. Lalu perempuan itu menjawab, 'Saya telah membohongi mereka, bukan gandum yang saya tanak melainkan batu agar mereka berhenti menangis.' Umar nampak terkaget-kaget.'Batu?' kata Umar tak lagi mampu menahan perih didadanya, hatinya terluka bagai disayat menyaksikan penderitaan yang dialami anak-anak yatim paitu dan seorang nenek tua itu. Air mata itu tak terbendung lagi, Umar Bin Khattab bergegas pamit meninggalkan mereka.

Disaat di rumah Umar segera mengambil air wudhu untuk sholat dan berdoa, 'Ya Alloh, ampunilah hambaMu ini yang telah melalaikan mereka, Izinkan hamba menebus semua kesalahan.' Dengan secepatnya Umar Bin Khatttab mengambil sekarung gandum, sekantong roti dan susu segar untuk diserahkan kepada anak-anak yatim piatu dan nenek yang membutuhkannya. Tak lama kemudian ketiga anak itu disuapinya oleh neneknya. Anak-anak terlihat lahap makannya. Nenek itu bercerita, ketika kedua orang tua masih hidup cinta dan kasih sayangnya kepada mereka bertiga senantiasa disuapi. Setiap suapannya dihasi dengan senyuman yang indah dari ayah dan ibunya.


Sejak peristiwa itu Umar Bin Khattab berjanji tidak akan pernah ada lagi penduduk dinegerinya yang kelaparan.Dari kisah air mata Umar Bin Khattab ini memiliki pesan bahwa perasaan bersalah pada diri Umar karena merasa lalai karena ada penduduk negerinya yang kelaparan. Perasaan bersalah inilah yang kemudian ditebus oleh Umar dengan tekadnya untuk memperbaiki sistem yang ada. Konon di masa Umar Bin Khattab inilah Baitul Mal sebagai lembaga negara berfungsi dengan baik untuk membantu mengentaskan kemiskinan pada waktu itu. barangkali banyak hal teladan dari Umar Bin Khattab yang masih relevan untuk negeri kita yang tercinta bagaimana kita menghadapi krisis dewasa ini.Wassalam,agussyafiiDicatat oleh DRS. KHALIL IDHAM LIM